Sukabumi | Matanusa.net – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi tampil sebagai salah satu motor penggerak dalam pelaksanaan aksi bersih-bersih (korev) di sepanjang ruas jalan nasional wilayah utara Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan yang diinisiasi melalui instruksi Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, ini dilaksanakan, pada Rabu (22/4/2026), dengan melibatkan berbagai unsur perangkat daerah, instansi vertikal, hingga masyarakat. Namun, keterlibatan DPPKB menjadi sorotan karena komitmennya dalam mengintegrasikan isu lingkungan dengan pembangunan kualitas keluarga.
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menegaskan bahwa partisipasi jajarannya bukan sekadar memenuhi undangan kegiatan, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat.
“Lingkungan yang bersih adalah fondasi utama dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas. Oleh karena itu, DPPKB hadir dan terlibat langsung dalam aksi ini sebagai bentuk komitmen nyata,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, jajaran DPPKB turut diterjunkan ke titik-titik strategis bersama OPD lainnya untuk melakukan pembersihan sampah, pemangkasan rumput, hingga penataan area sekitar jalur utama. Kehadiran DPPKB juga dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Aksi bersih-bersih ini sendiri mencakup berbagai kegiatan, di antaranya:
- Pembersihan sampah di sepanjang jalan nasional
- Pemangkasan rumput dan tanaman liar
- Penataan lingkungan di sekitar jalur publik
- Pengangkutan sampah ke lokasi pembuangan
Melalui kegiatan ini, DPPKB ingin menegaskan bahwa pembangunan kependudukan dan keluarga tidak terlepas dari kondisi lingkungan. Lingkungan yang bersih dan sehat diyakini akan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun berharap peran aktif DPPKB dapat menjadi contoh bagi perangkat daerah lainnya, sehingga gerakan menjaga kebersihan ini tidak hanya berlangsung sesaat, tetapi menjadi budaya bersama di tengah masyarakat.





