Disnakertrans Sukabumi Turun Tangan, Selidiki Isu PHK di Perusahaan Parungkuda

Foto: Disnakertrans Kabupaten Sukabumi.

Sukabumi | Matanusa.net – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menanggapi kabar dugaan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di salah satu perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (1/4/2026).

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menurunkan tim ke lapangan guna memastikan kebenaran informasi tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dalam pengawasan dan pembinaan ketenagakerjaan di daerah.

“Tim sudah kami tugaskan untuk melakukan penelusuran secara langsung, memastikan apakah informasi PHK tersebut benar terjadi atau tidak,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ketenagakerjaan yang saat ini cukup menantang membuat potensi PHK menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, Disnakertrans berharap isu tersebut tidak benar terjadi demi menjaga stabilitas tenaga kerja.

“Kami tentu berharap tidak ada PHK, karena saat ini mendapatkan pekerjaan bukan hal yang mudah,” tambahnya.

Namun demikian, apabila hasil penelusuran menunjukkan adanya PHK, Disnakertrans siap mengambil langkah lanjutan. Salah satunya dengan memfasilitasi pertemuan antara pihak perusahaan dan perwakilan pekerja guna mencari solusi terbaik.

Ia menegaskan, penyelesaian melalui mekanisme dialog atau bipartit akan menjadi pendekatan utama. Langkah ini dinilai efektif untuk menghasilkan kesepakatan yang adil bagi kedua belah pihak tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.

“Kami akan dorong penyelesaian melalui komunikasi yang baik antara perusahaan dan pekerja agar ditemukan solusi konkret,” jelasnya.

Sigit juga mengingatkan bahwa PHK tidak hanya berdampak pada pekerja secara individu, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi secara lebih luas. Karena itu, upaya pencegahan dan penanganan dini sangat penting dilakukan.

“Dampak PHK itu luas, sehingga harus benar-benar diantisipasi sejak awal,” pungkasnya.

Pos terkait