Sukabumi | Matanusa.net – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi turut memperingati Hari Lahan Basah Sedunia yang diperingati setiap 2 Februari, sebagai upaya menegaskan pentingnya pelestarian lahan basah dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.
Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia Tahun 2026 mengusung tema “Lahan Basah dan Pengetahuan Tradisional: Merayakan Warisan Budaya”, yang menekankan keterkaitan erat antara kelestarian lingkungan, nilai budaya, dan potensi pariwisata daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, M.H., menyampaikan bahwa lahan basah memiliki daya tarik wisata yang tinggi, baik dari sisi keindahan alam maupun nilai budaya yang menyertainya. Kawasan pesisir, danau, rawa, hingga sungai merupakan aset pariwisata yang perlu dijaga kelestariannya agar dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta melibatkan peran aktif masyarakat lokal sebagai pelaku utama pariwisata,” pungkasnya.
Melalui peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026 ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lahan basah, sebagai bagian penting dari upaya mewujudkan pariwisata yang ramah lingkungan, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.





