Sukabumi | Matanusa.net – Kerusakan parah yang terjadi di Ruas Jalan Ahmad Yani, Palabuhanratu, akhirnya masuk dalam daftar penanganan prioritas Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Dinas Pekerjaan Umum (PU) memastikan perbaikan akan segera dilaksanakan secara bertahap dan ditargetkan rampung sebelum Hari Raya Lebaran.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menyampaikan bahwa kepastian tersebut diambil setelah dilakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama Sekretaris Daerah, Camat Palabuhanratu, jajaran teknis Dinas PU, serta pihak rumah sakit yang berada di sekitar jalur tersebut.
“Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan tingkat kerusakan cukup berat, dengan panjang ruas yang terdampak mencapai kurang lebih 900 meter,” ujar Uus.
Ia menjelaskan, upaya penanganan darurat sebenarnya sudah dilakukan beberapa waktu lalu menggunakan metode cold mix, khususnya untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan saat libur Natal dan Tahun Baru. Namun, solusi tersebut belum mampu memberikan hasil jangka panjang.
“Masalah utamanya bukan hanya di lapisan jalan, tetapi pada sistem drainase. Selama aliran air belum tertangani dengan baik, kerusakan akan cepat kembali terjadi,” jelasnya.
Berdasarkan kajian teknis, penanganan ideal Jalan Ahmad Yani adalah menggunakan konstruksi beton agar lebih kuat dan tahan lama. Namun, keterbatasan anggaran menjadi pertimbangan utama. Dari kebutuhan ideal sekitar Rp8 miliar, saat ini pemerintah daerah baru mampu mengalokasikan anggaran sebesar Rp4 miliar.
“Dengan anggaran yang tersedia, kami akan membagi penanganan. Sekitar 300 meter menggunakan beton, sisanya 600 meter menggunakan aspal, sekaligus dilakukan perbaikan drainase sepanjang ruas jalan,” ungkap Uus, saat dihubungi melalui WhatsApp, pada Rabu (14/1/2016).
Selain drainase jalan, limpasan air hujan dari kawasan rumah sakit di sekitar lokasi juga menjadi perhatian. Berdasarkan kesepakatan bersama, saluran air yang menjadi kewenangan rumah sakit akan ditangani langsung oleh pihak rumah sakit.
“Dengan begitu, anggaran Dinas PU bisa difokuskan untuk pekerjaan utama, yaitu jalan dan drainase,” tambahnya.
Uus juga menyadari bahwa selama proses perbaikan berlangsung, aktivitas masyarakat, termasuk para pedagang di sepanjang Jalan Ahmad Yani, berpotensi terganggu. Ia pun meminta pengertian dan dukungan dari semua pihak.
“Kami mohon maaf jika nantinya ada ketidaknyamanan. Ini semua demi perbaikan yang lebih permanen dan keselamatan bersama,” katanya.
Ia menegaskan, percepatan perbaikan Jalan Ahmad Yani menjadi komitmen Dinas PU, mengingat ruas tersebut kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang rusak.
“Target kami jelas, sebelum Lebaran jalan ini sudah bisa dilalui dengan lebih aman dan nyaman,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Uus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Palabuhanratu atas lambatnya penanganan. Ia menjelaskan bahwa proses pengadaan barang dan jasa membutuhkan tahapan yang tidak singkat.
“Kami mohon maaf atas keterlambatan ini. Insya Allah dalam dua bulan ke depan pekerjaan sudah mulai berjalan,” ujarnya.
Ia juga memastikan, ke depan Dinas PU akan lebih terbuka kepada publik terkait ruas-ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan di Kabupaten Sukabumi pada tahun 2026 mendatang.
“Semua akan kami sampaikan secara transparan agar masyarakat bisa mengetahui rencana pembangunan infrastruktur daerah,” pungkasnya.





