Sukabumi | Matanusa.net — Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, S.IP., M.M., menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan wilayah dalam memperkuat pelayanan publik, terutama di bidang pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga.
Hal itu disampaikan Eka Nandang dalam kegiatan Sinergitas Kewilayahan Tahun 2025 Wilayah I Palabuhanratu yang digelar di Aula Bale Pangripta Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (12/11/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Kawiraketaan Wilayah Pikeun Sukabumi Nu Mubarakah” ini diikuti oleh tujuh kecamatan, yakni Palabuhanratu, Cikakak, Cisolok, Simpenan, Bantargadung, Warungkiara, dan Cikidang.
Menurut Eka Nandang, DPPKB berperan penting dalam memastikan setiap kebijakan pembangunan daerah berorientasi pada kesejahteraan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.
“Sinergitas kewilayahan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, dan desa dalam memberikan pelayanan publik yang ramah keluarga dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi lintas perangkat daerah juga dibutuhkan dalam upaya menekan angka stunting, meningkatkan capaian program keluarga berencana, serta mengoptimalkan pendataan keluarga.
“Kita ingin setiap wilayah memiliki data keluarga yang valid, agar program intervensi seperti penanganan stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan edukasi kesehatan reproduksi dapat tepat sasaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eka menekankan bahwa DPPKB terus mendorong pendekatan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai model sinergi pembangunan berbasis keluarga. Melalui Kampung KB, berbagai sektor dapat bergerak bersama dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Kampung KB bukan hanya program DPPKB, tapi menjadi platform kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan keluarga tangguh, sehat, dan produktif,” tambahnya.
Kegiatan sinergitas tersebut dibuka oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar, didampingi Wakil Bupati H. Andreas dan Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman. Dalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan desa untuk memperkuat pelayanan publik.
Selain itu, Bupati mengingatkan para camat agar aktif melaporkan kegiatan melalui aplikasi SIGAP Camat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, serta menekankan agar kepala desa berhati-hati dalam penerbitan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Sementara itu, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi, Boyke Martadinata, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta dari unsur kecamatan, kelurahan, dan desa.
Materi yang disampaikan antara lain kebijakan program prioritas kewilayahan oleh Bappelitbangda, kebijakan Pajak Bumi dan Bangunan oleh Bapenda, penguatan koperasi desa oleh Dinas Koperasi dan UKM, serta peran desa dalam mendukung koperasi oleh DPMD.
Di sisi lain, Camat Palabuhanratu Deni Yudono, mewakili para camat di Wilayah I, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
“Melalui sinergitas ini, kami semakin termotivasi menjalankan program yang sejalan dengan visi misi Kabupaten Sukabumi 2025–2029, yakni mewujudkan Sukabumi yang mubarakah,” pungkasnya.
Sebagai penutup, para camat di Wilayah I Palabuhanratu menerima Penghargaan Sukabumi Ngabumi atas kontribusi mereka dalam menyukseskan peringatan Hari Jadi ke-155 Kabupaten Sukabumi (HJKS).





