Dpmd Kabupaten Sukabumi Perkuat Sinergitas Kewilayahan Demi Pelayanan Publik yang Lebih Optimal

Foto: Dok. Dpmd Kabupaten Sukabumi.

Sukabumi | Matanusa.net — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Samsul Bahri, menegaskan pentingnya memperkuat sinergitas kewilayahan sebagai kunci utama peningkatan pelayanan publik dan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Ahmad Samsul Bahri usai menghadiri kegiatan Sinergitas Kewilayahan bersama Bupati Sukabumi H. Asep Japar, para camat, kepala desa, dan jajaran UPTD wilayah IV di Pendopo Sukabumi, pada Selasa (11/11/2025).

Menurutnya, arahan Bupati agar seluruh jajaran pemerintah bekerja sepenuh hati merupakan dorongan penting bagi aparatur pemerintahan, khususnya di tingkat desa, untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Desa adalah ujung tombak pemerintahan. Maka dari itu, aparatur desa harus mampu memberikan pelayanan cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Ahmad Samsul Bahri.

Ia menambahkan bahwa sinergitas antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa sangat dibutuhkan agar program pembangunan berjalan searah dan terukur. “Koordinasi yang baik akan memperkuat pelaksanaan program prioritas, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur desa, hingga pengelolaan dana desa yang transparan dan akuntabel,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ahmad Samsul Bahri menyebutkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Dengan komunikasi dan kerja sama yang solid, pelayanan kepada masyarakat dapat ditingkatkan, dan pembangunan desa bisa lebih cepat dirasakan manfaatnya,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut disampaikan materi dari sejumlah narasumber serta dialog interaktif dengan para camat, kepala desa, dan UPTD guna membahas solusi terhadap berbagai tantangan di lapangan.

“Melalui sinergi dan semangat kebersamaan, kami di DPMD berkomitmen mendukung penuh visi Kabupaten Sukabumi menuju tata kelola pemerintahan desa yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan sepenuh hati,” pungkas Ahmad Samsul Bahri.

Pos terkait