Sukabumi | Matanusa.net – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam pengelolaan pajak melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Pajak Daerah (OP4D) Tahap VII Tahun 2025 bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK).
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, mewakili Bupati Sukabumi, di Aula Pendopo Sukabumi pada Rabu (15/10/2025). Kegiatan ini juga diikuti secara hybrid oleh 109 pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sukabumi, Haerul Imam, SE., MM., menegaskan pentingnya kerja sama ini dalam memperkuat sistem keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berbasis data.
“Melalui PKS OP4D, BPKAD berkomitmen untuk mengoptimalkan pengelolaan pendapatan dan aset daerah dengan dukungan data perpajakan yang valid. Sinergi antara pemerintah daerah, DJP, dan DJPK menjadi kunci dalam membangun tata kelola keuangan yang efisien dan berkelanjutan,” ujar Haerul Imam.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas lembaga ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga memastikan bahwa setiap rupiah pajak yang dikelola dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukabumi.
“Optimalisasi pajak berarti memperkuat fondasi fiskal daerah. Dengan sistem yang transparan dan terintegrasi, kita dapat meningkatkan kepercayaan publik serta mempercepat pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Inspektur Kabupaten Sukabumi, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Keuangan, Kepala Bapenda, Kepala Bappelitbangda, Kepala Diskominfosan, Kabag Hukum, dan Kabag Kerjasama.
Dengan terjalinnya PKS Tahap VII Tahun 2025 ini, Pemkab Sukabumi berharap tercipta tata kelola perpajakan yang lebih efektif, transparan, serta mendukung kemandirian fiskal dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.





