Sukabumi | Matanusa.net – Menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, melakukan aksi sosial yang sarat kepedulian. Pada Jumat (15/8/2025), ia menyambangi para petugas kebersihan yang bertugas di jalur pariwisata Cisaat–Kadudampit menuju Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi.
Kedatangan Irvan bukan sekadar untuk bersilaturahmi, tetapi juga membawa bingkisan sederhana berupa nasi bungkus Padang, rokok, dan kopi hangat. Dengan senyum hangat dan sapaan akrab, ia membagikan makanan itu langsung kepada para petugas penarik dan sopir truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi.
Suasana menjadi akrab saat Irvan duduk bersama mereka di tepi jalan. Di sela obrolan santai, para petugas menceritakan suka duka pekerjaan yang mereka jalani setiap hari. Mulai dari cuaca ekstrem, volume sampah yang terus bertambah, hingga minimnya penghargaan dari masyarakat terhadap kerja keras mereka.
Pertanyaan Irvan yang dilontarkan di tengah obrolan memancing perenungan mendalam:
“Sudah merasa merdeka kah, bapak-bapak sekalian?”
Pertanyaan itu membuat mereka terdiam sejenak. Beberapa tersenyum pahit, sementara yang lain menghela napas. Bagi mereka, kemerdekaan belum sepenuhnya terasa selama kesejahteraan masih menjadi perjuangan. Namun, mereka tetap bangga karena bisa berkontribusi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Irvan mengatakan, aksi ini adalah bentuk penghormatan dan apresiasi kepada para pahlawan kebersihan yang bekerja di garis depan menjaga keindahan alam Sukabumi. “Para petugas kebersihan ini adalah garda terdepan. Tanpa mereka, jalur wisata dan lingkungan kita akan kehilangan daya tariknya. Mereka layak mendapatkan perhatian dan dukungan,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat menginspirasi masyarakat, komunitas, hingga pelaku usaha wisata untuk ikut berbagi dan memperhatikan kesejahteraan petugas kebersihan. “Merdeka itu bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga hidup dengan layak dan dihargai,” pungkasnya.
Di akhir kegiatan, tawa ringan dan ucapan terima kasih dari para petugas menjadi penutup hangat. Di balik kesederhanaan momen tersebut, terselip makna besar: kemerdekaan sejati adalah saat semua lapisan masyarakat dapat hidup dengan bermartabat.





