Sukabumi | Matanusa.net – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi, Mubtadi Latip, S.IP., menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi salah satu kunci keberhasilan percepatan penurunan stunting. Hal ini ia sampaikan dalam Penilaian Kerja Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Sukabumi Tahun 2025 yang berlangsung secara virtual dari Pendopo Sukabumi, pada Rabu (13/8/2025).
Menurut Mubtadi, Diskominfosan berperan memastikan data stunting terintegrasi, akurat, dan mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan. Dengan sistem informasi yang solid, intervensi program dapat lebih tepat sasaran dan progres penanganannya bisa dimonitor secara real time.
“Teknologi informasi mempermudah pengelolaan data, koordinasi lintas sektor, sekaligus memperluas jangkauan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain pengelolaan data, Diskominfosan juga aktif menyebarluaskan informasi edukasi gizi, pola asuh anak, dan perilaku hidup bersih dan sehat melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial pemerintah, portal resmi, hingga kerja sama dengan media lokal.
Berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Mei 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Sukabumi berhasil menurun 6,5%. Mubtadi menilai capaian ini tidak lepas dari dukungan komunikasi publik yang masif dan penggunaan teknologi untuk mendukung pengambilan keputusan.
“Dengan inovasi teknologi dan komunikasi yang tepat, kami optimistis Kabupaten Sukabumi mampu mencapai zero new stunting,” pungkasnya.





