Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso: Prajurit Harus Hadir Menjadi Solusi di Tengah Masyarakat

Danrem 051/Wijayakarta Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso, S.E., M.M. memberikan penghormatan dalam sebuah upacara militer di lingkungan Korem 051/WKT, menunjukkan ketegasan dan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat bagi seluruh prajuritnya. (Foto: Penrem 051).

Bekasi | Matanusa.net – Komando Resor Militer (Korem) 051/Wijayakarta di bawah kepemimpinan Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso, SE., MM. terus menunjukkan komitmennya untuk menjadikan prajurit TNI sebagai agen perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat. Semangat itu tercermin dalam berbagai aksi sosial dan program nyata yang menyentuh langsung kehidupan warga di wilayah teritorialnya.

Dalam setiap arahan kepada prajurit, Brigjen Nugroho selalu menekankan pentingnya memegang teguh semboyan “Berguna dan Bermanfaat untuk Masyarakat”. Menurutnya, falsafah tersebut adalah cerminan jati diri TNI yang berasal dari rakyat, tumbuh bersama rakyat, dan bekerja untuk kepentingan rakyat.

“Saya selalu tanamkan kepada seluruh prajurit bahwa keberadaan mereka harus memberikan dampak positif. Kita ini lahir dari rakyat dan sudah sepantasnya kembali berbuat untuk rakyat,” ujarnya saat ditemui di Makorem 051/Wijayakarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (3/5/2025).

Program unggulan Korem 051/WKT dalam pengelolaan sampah terus digalakkan. Salah satunya melalui Kodim 0508/Depok, yang mengembangkan metode pemilahan dan pemanfaatan sampah berbasis Green Ecology. Prajurit TNI terlibat aktif dalam proses daur ulang dan pengolahan sampah menjadi biogas, demi mewujudkan lingkungan bersih dan sehat, sekaligus mendorong energi alternatif ramah lingkungan.

Wilayah Korem 051/WKT mencakup lima Kodim, yakni Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kabupaten Bekasi. Di seluruh wilayah ini, prajurit aktif mendukung program-program strategis yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

Dukung Ketahanan Pangan

Salah satu fokus utama Korem 051/WKT adalah mendukung upaya ketahanan pangan nasional. Brigjen Nugroho, yang kini tengah menempuh program doktoral di bidang pertanian di Unsoed, menjelaskan bahwa TNI berperan aktif dalam mendorong peningkatan produksi pertanian.

Di Kabupaten Bekasi misalnya, Kodim 0509 melaksanakan program pompanisasi guna memperluas masa tanam petani. Dengan menyediakan sarana irigasi tambahan, petani kini dapat menanam hingga empat kali dalam setahun, dari yang sebelumnya hanya dua hingga tiga kali.

Lebih lanjut, TNI turut membantu menyalurkan gabah hasil panen ke Bulog agar petani mendapat harga jual layak, minimal Rp6.500 per kilogram. Upaya ini membantu menjaga stabilitas stok pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Inovasi Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan

Masalah sampah juga menjadi perhatian serius. Di wilayah Kodim 0508/Depok, TNI bekerja sama dengan kalangan akademisi dan instansi terkait untuk mengolah sampah menggunakan pendekatan “Green Ecology”. Sampah organik diproses menjadi biogas, menghasilkan gas metana yang digunakan untuk mengolah sampah anorganik tanpa bahan bakar fosil.

“Ini solusi efisien dan ramah lingkungan yang bisa direplikasi di wilayah lain,” ujar Brigjen Nugroho.

Renovasi Panti Asuhan dan Pendampingan Sipil

Kegiatan sosial lainnya meliputi renovasi panti asuhan dan pendampingan administrasi kependudukan. Seperti dilakukan di Panti Asuhan As-Syoghiri, Kota Bekasi, prajurit TNI merehabilitasi bangunan yang tidak layak huni dan membantu anak-anak yatim mendapatkan akta kelahiran.

“Banyak anak panti tidak memiliki dokumen identitas. Kita bantu koordinasi dengan Disdukcapil. Hasilnya, 193 anak dari berbagai wilayah akhirnya resmi memiliki akta kelahiran,” paparnya.

Cepat Tanggap Bencana

Dalam situasi darurat seperti banjir yang melanda Bekasi pada Maret lalu, TNI bergerak cepat membangun jembatan Bailey dalam waktu tiga hari. Jembatan portabel ini menjadi akses vital bagi warga yang terisolasi akibat banjir.

Brigjen Nugroho menegaskan, semua langkah ini adalah bentuk nyata pengabdian TNI. “Kami hadir tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai pelindung rakyat dalam arti sesungguhnya,” tutupnya. (Penrem 051).