Sukabumi Kota | Matanusa.net – Upaya mencegah stunting di Kota Sukabumi terus diperkuat melalui pemberdayaan keluarga dan peningkatan kapasitas kader di tingkat masyarakat. Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengajak kader PKK dan Posyandu menjadi penggerak dalam menciptakan keluarga yang sehat, tangguh, dan terlindungi.
Pesan tersebut disampaikan Ranty saat menghadiri kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Sukakarya, Rabu (2/9/2026). Kegiatan mengusung tema “Gerakan Bersama Cegah Stunting, Anak Sehat Generasi Hebat.”
Menurut Ranty, pencegahan stunting tidak cukup hanya dilakukan melalui pemenuhan gizi anak. Persoalan tersebut berkaitan erat dengan ketahanan keluarga, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pola asuh, sanitasi, hingga kondisi lingkungan tempat anak tumbuh.
“Gerakan pencegahan stunting harus dilakukan bersama dan berkelanjutan. Kader memiliki peran penting untuk terus memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga,” ujar Ranty.
Ia menilai kader PKK dan Posyandu memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kader dapat membantu mengenali persoalan sejak dini, memberikan informasi yang tepat, melakukan pemantauan, sekaligus mengarahkan keluarga kepada layanan yang sesuai apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Ranty menegaskan, edukasi mengenai gizi dan kesehatan anak harus mampu diterapkan menjadi kebiasaan sehari-hari di dalam keluarga. Perhatian terhadap tumbuh kembang anak bahkan perlu dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi dan pemantauan kesehatan ibu.
Kader Didorong Peka terhadap Persoalan Sosial
Pada hari yang sama, Ranty juga menghadiri sosialisasi mengenai pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan bahaya penyalahgunaan narkoba bagi kader Posyandu serta TP-PKK Kelurahan Nyomplong.
Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur kecamatan dan kelurahan, TP-PKK, LPM, PLKB, serta Bhabinkamtibmas.
Ranty menjelaskan, perlindungan keluarga tidak dapat dipisahkan dari upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak. KDRT maupun penyalahgunaan narkoba dapat mengganggu rasa aman di dalam rumah dan memberikan dampak terhadap kehidupan keluarga.
“Kader bukan hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga pelopor dan pelapor. Ketika menemukan persoalan di masyarakat, jangan mengambil tindakan sendiri. Berikan dukungan dan arahkan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk menanganinya,” katanya.
Menurutnya, kader perlu memahami batas peran dalam memberikan pendampingan. Kader tidak dituntut mengambil alih persoalan yang dihadapi warga, melainkan memberikan dukungan awal, membuka akses informasi, melakukan pemantauan, dan menghubungkan masyarakat dengan pihak yang berkompeten.
Perkuat Karakter dan Literasi Kader
Selain pengetahuan teknis, Ranty juga mendorong penguatan karakter kader. Kemampuan mengelola emosi, membangun pola pikir positif, memiliki ketangguhan menghadapi persoalan, menjaga kesehatan mental, serta berkomunikasi dengan baik menjadi bekal penting bagi kader yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi digital, kader juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Literasi dan tabayun atau verifikasi informasi dinilai penting agar kader dapat menjadi sumber informasi yang terpercaya di tengah masyarakat.
Dalam persoalan KDRT, misalnya, kekerasan dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti pola relasi dalam keluarga, pengelolaan emosi, tekanan ekonomi, komunikasi yang buruk, pengalaman masa lalu, penyalahgunaan zat, hingga kurangnya pemahaman mengenai aspek hukum.
Sementara dalam persoalan narkoba, kader diberikan pemahaman bahwa ketergantungan merupakan persoalan kompleks yang membutuhkan penanganan secara tepat dan tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan sederhana.
Rumah Harus Menjadi Tempat Aman
Bagi Ranty, berbagai persoalan tersebut memiliki satu titik temu, yakni pentingnya membangun keluarga yang sehat dan tangguh.
Anak yang tumbuh di lingkungan aman, memperoleh gizi yang cukup, mendapatkan perhatian dan pola asuh yang baik, serta memiliki orang dewasa yang mampu memberikan pendampingan akan memiliki fondasi lebih kuat untuk berkembang.
“Rumah harus menjadi tempat pertama bagi setiap anggota keluarga untuk merasa aman. Masa depan anak harus dibangun dengan harapan,” ujarnya.
Karena itu, kader PKK dan Posyandu diharapkan terus meningkatkan kepedulian serta kemampuan dalam membaca berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Ranty juga menyampaikan apresiasi kepada para kader yang selama ini konsisten memberikan waktu dan tenaga untuk melayani masyarakat. Sebagai bentuk dukungan, ia menyerahkan secara simbolis kaos Posyandu kepada para kader.
“Terima kasih kepada seluruh kader yang tidak lelah melayani masyarakat. Mari terus bergerak, saling menguatkan, dan membangun generasi muda yang sehat, berencana, serta memiliki masa depan yang lebih baik,” tutur Ranty.
Penguatan kapasitas kader tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga. Dengan pengetahuan yang memadai, komunikasi yang baik, serta kepedulian terhadap lingkungan, kader diharapkan mampu menerjemahkan berbagai program pemerintah menjadi gerakan nyata yang dirasakan langsung oleh keluarga dan masyarakat Kota Sukabumi.