Sukabumi | Matanusa.net – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Pasirwalang, Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (7/8/2026), mendapat sorotan dari sejumlah wali murid.
Sorotan tersebut muncul setelah makanan MBG disebut mengalami keterlambatan hingga membuat sejumlah siswa harus menunggu cukup lama. Bahkan, berdasarkan percakapan wali murid dalam grup WhatsApp, terdapat siswa yang akhirnya memilih tidak menunggu makanan tersebut.
Salah seorang wali murid menyampaikan, “Putra abdi mah tika uwi da teu ngantosan MBG.”
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait mekanisme distribusi dan koordinasi antara pengelola MBG dengan pihak sekolah.
Dalam percakapan yang beredar, wali murid juga menyebut bahwa pihak sekolah bukan pihak yang menentukan proses penyediaan maupun pengiriman makanan. “Muhun, abdi oge bingung, sanes pihak sakola tapi pihak MBG-na ning anu telat,” demikian isi percakapan tersebut.
Selain persoalan keterlambatan, wali murid turut menyinggung menu makanan yang diterima siswa. Berdasarkan foto yang beredar, paket makanan terlihat berisi nasi, lauk, tahu, gorengan atau bala-bala, serta buah jeruk.
Meski demikian, untuk memastikan kesesuaian menu dengan standar gizi program MBG, diperlukan penjelasan dari pihak pengelola dan instansi terkait.
Wali murid berharap persoalan keterlambatan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pengelola MBG. Ketepatan waktu distribusi dinilai penting agar makanan dapat diterima siswa sesuai jadwal dan tidak mengganggu aktivitas pembelajaran.
Pengelola MBG juga diharapkan memberikan informasi kepada pihak sekolah apabila terjadi kendala dalam proses penyediaan maupun distribusi. Hal tersebut penting agar sekolah dapat memberikan penjelasan yang jelas kepada siswa dan wali murid.
Selain itu, pihak berwenang diharapkan melakukan pengawasan untuk memastikan pelaksanaan MBG di SDN Pasirwalang berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi ketepatan waktu, kualitas makanan, kebersihan, keamanan pangan maupun pemenuhan kebutuhan gizi siswa.
Wali murid berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi sehingga program MBG dapat terlaksana secara optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi para siswa. (Tim).