Disdik Sukabumi Pastikan Revitalisasi SDN 1 Pondokkasolandeuh Berjalan Berkualitas

SDN 1 Pondokkasolandeuh, Kecamatan Parungkuda, kini mulai menjalani revitalisasi dengan dukungan APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp2,509 miliar. (Foto: R. Iyan Satria).

Sukabumi | Matanusa.net — Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terus mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui berbagai program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan. Salah satu yang kini direalisasikan adalah revitalisasi SD Negeri 1 Pondokkasolandeuh, Kecamatan Parungkuda, yang mendapat dukungan anggaran pemerintah pusat melalui APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp2.509.126.332.

Program tersebut menjadi bagian dari perhatian serius Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi dalam memastikan satuan pendidikan memiliki fasilitas yang layak, aman, dan mampu menunjang proses belajar mengajar secara optimal.

SDN 1 Pondokkasolandeuh yang berlokasi di Jl. Raya Ciutara RT 22/08, Desa Pondokkasolandeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi pada Senin (24/8/2026), kini mulai memasuki tahap pelaksanaan pekerjaan revitalisasi.

Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN 1 Pondokkasolandeuh, dengan waktu pengerjaan ditargetkan selama 150 hari kalender.

Disdik Tekankan Pembangunan Harus Berkualitas

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, S.Pd.I., KP., M.Si., menegaskan bahwa bantuan revitalisasi tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan.

Menurut Deden, pembangunan sarana pendidikan tidak hanya berkaitan dengan berdirinya bangunan baru atau perbaikan fisik sekolah. Lebih dari itu, revitalisasi harus memberikan dampak langsung terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung kegiatan belajar peserta didik.

“Kami dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi tentu sangat mengapresiasi bantuan revitalisasi ini. Kami berharap seluruh proses pembangunan dapat dilaksanakan secara transparan, sesuai ketentuan, tepat waktu, dan mengutamakan kualitas,” ujar Deden.

Deden menambahkan, setiap program pembangunan pendidikan harus memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah. Karena itu, kualitas pekerjaan menjadi salah satu hal yang tidak boleh diabaikan.

Menurutnya, sarana dan prasarana yang representatif akan menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih optimal.

“Yang paling penting bukan hanya pembangunan selesai, tetapi hasilnya benar-benar berkualitas dan dapat digunakan dalam jangka panjang oleh sekolah maupun peserta didik,” tegasnya.

Disdik Dorong Pengawasan dan Transparansi

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi juga mendorong agar pelaksanaan proyek mendapat pengawasan secara berkelanjutan. Mulai dari proses pekerjaan, penggunaan material, hingga penyelesaian pembangunan harus mengacu pada ketentuan dan standar yang telah ditetapkan.

Pengawasan tersebut diperlukan agar bantuan pemerintah yang bersumber dari APBN dapat memberikan hasil maksimal dan tidak menyimpang dari tujuan program revitalisasi satuan pendidikan.

Dengan nilai bantuan mencapai lebih dari Rp2,5 miliar, revitalisasi SDN 1 Pondokkasolandeuh diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas sekolah secara signifikan.

Deden juga mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga proses pembangunan.

K3 Jadi Perhatian Selama Pekerjaan

Sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan, pihak SDN 1 Pondokkasolandeuh juga memberikan perhatian serius terhadap aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama proyek berlangsung.

Kepala SDN 1 Pondokkasolandeuh, Muhammad Cepi Hidayat, S.Pd., M.Pd., mengatakan pihak sekolah berkomitmen memastikan pelaksanaan revitalisasi berjalan aman dan tidak mengganggu keselamatan warga sekolah.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, pihak pelaksana memasang Papan Informasi K3 di area proyek. Papan tersebut menjadi salah satu sarana informasi mengenai berbagai ketentuan keselamatan yang wajib dipatuhi selama pembangunan berlangsung.

Pihak sekolah juga menetapkan target Zero Accident atau nihil kecelakaan kerja.

Seluruh pekerja diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar, mulai dari helm keselamatan, rompi, sepatu safety, sarung tangan hingga masker.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas bangunan sekaligus memastikan keselamatan selama proses pekerjaan. Target kami adalah zero accident sampai seluruh pekerjaan selesai,” kata Muhammad Cepi.

Area Proyek Diperketat

Untuk meminimalisasi risiko kecelakaan, area pekerjaan juga diberlakukan sejumlah aturan. Di antaranya larangan memasuki lokasi proyek tanpa izin, larangan merokok, serta kewajiban memperhatikan potensi bahaya yang dapat muncul selama proses pembangunan.

Potensi bahaya yang diantisipasi meliputi risiko jatuh dari ketinggian, bahaya kelistrikan, material bangunan yang ditumpuk, serta aktivitas pekerjaan yang menggunakan peralatan konstruksi.

Langkah tersebut menjadi semakin penting karena proyek berlangsung di lingkungan sekolah yang tetap beraktivitas. Pengaturan area proyek diharapkan dapat menjaga jarak aman antara aktivitas pembangunan dengan kegiatan warga sekolah.

Diharapkan Jadi Fasilitas Pendidikan yang Lebih Representatif

Revitalisasi SDN 1 Pondokkasolandeuh diharapkan menjadi salah satu wujud nyata dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sukabumi.

Bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, pembangunan fasilitas pendidikan bukan sekadar persoalan fisik, tetapi merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem belajar yang lebih baik.

Dengan dukungan APBN sebesar Rp2,509 miliar, pelaksanaan secara swakelola, pengawasan yang berkelanjutan, serta penerapan standar K3, revitalisasi SDN 1 Pondokkasolandeuh diharapkan dapat selesai sesuai target 150 hari kalender dengan hasil pembangunan yang berkualitas.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi pun berharap fasilitas yang telah direvitalisasi nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh warga sekolah dan menjadi penunjang peningkatan mutu pembelajaran.

“Kami ingin setiap bantuan pembangunan pendidikan memberikan manfaat nyata. Sekolah harus semakin layak, aman, nyaman, dan mampu mendukung anak-anak kita dalam belajar,” pungkas Deden Sumpena.

Pos terkait