Disdik Sukabumi Dorong Revitalisasi SDN Pamungguan Berjalan Transparan dan Berkualitas

Pekerjaan rehabilitasi mencakup tujuh lokal ruang kelas, satu lokal perpustakaan, satu ruang administrasi, tiga bilik sanitasi toilet. (Foto: R. Iyan Satria).

Sukabumi | Matanusa.net — Upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan terus dilakukan di Kabupaten Sukabumi. Salah satunya melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 yang menyasar SDN Pamungguan, Kampung Pamungguan RT 013/004, Desa Gunungendut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (24/8/2026).

Program strategis nasional yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar tersebut mengucurkan total bantuan dana APBN sebesar Rp1.545.443.304,-. Anggaran bernilai Rp1,5 miliar lebih ini disalurkan untuk melakukan perbaikan fisik secara menyeluruh pada fasilitas utama sekolah.

Pekerjaan rehabilitasi mencakup tujuh lokal ruang kelas, satu lokal perpustakaan, satu ruang administrasi, tiga bilik sanitasi toilet, serta penataan lingkungan sekolah secara menyeluruh.

Dengan pembenahan tersebut, SDN Pamungguan diharapkan memiliki fasilitas pendidikan yang lebih layak, aman, nyaman, sekaligus mampu menunjang proses belajar mengajar bagi para siswa dan tenaga pendidik.

Kepala SDN Pamungguan, Ujang Solehudin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah terhadap kondisi sarana pendidikan di sekolah tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas adanya program revitalisasi ini. Tentunya rehabilitasi secara menyeluruh akan memberikan perubahan besar bagi sekolah, terutama dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa dan guru,” ujar Ujang.

Menurutnya, fasilitas sekolah yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung semangat belajar peserta didik. Karena itu, pihak sekolah bersama panitia pembangunan berkomitmen mengawal proses pekerjaan agar berjalan sesuai ketentuan.

Ia berharap setelah seluruh pekerjaan selesai, SDN Pamungguan tidak hanya memiliki bangunan yang lebih representatif, tetapi juga semakin mampu memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas kepada masyarakat.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, S.Pd.I., KP., M.Si., menekankan agar pelaksanaan revitalisasi benar-benar mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan pekerjaan tersebut dikelola secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta menjalankan tugas secara bertanggung jawab, mulai dari penggunaan anggaran hingga kualitas hasil pembangunan.

“Kami meminta seluruh proses dilaksanakan sesuai juknis. Transparansi harus dijaga dan kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama. Jangan sampai program yang tujuannya meningkatkan kualitas sarana pendidikan justru tidak memberikan hasil maksimal,” tegas Deden.

Deden juga mendorong P2SP untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan. Terlebih, pelaksanaan kegiatan memiliki waktu pengerjaan selama 150 hari kalender.

Menurutnya, keberhasilan program revitalisasi bukan hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik dan masyarakat.

“Yang paling penting adalah hasil akhirnya. Bangunan harus kuat, aman, sesuai spesifikasi dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan pendidikan,” ujarnya.

Program revitalisasi SDN Pamungguan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas fasilitas pendidikan, khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi. Dengan sarana yang semakin baik, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman dan kondusif.

Deden menambahkan, peningkatan sarana pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu layanan pendidikan. Oleh sebab itu, fasilitas yang telah direhabilitasi nantinya diharapkan dapat dirawat dan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pihak sekolah.

“Pembangunan ini merupakan bentuk investasi untuk masa depan anak-anak kita. Mari kita jaga bersama agar hasilnya dapat digunakan dalam jangka panjang dan benar-benar mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.

Pos terkait