Dinas Pendidikan Sukabumi Fokus Tangani Kerusakan Infrastruktur Sekolah

Foto: Disdik Kabupaten Sukabumi.

Sukabumi | Matanusa.net – Kondisi sarana pendidikan di Kabupaten Sukabumi masih memerlukan perhatian serius, terutama terkait banyaknya ruang kelas sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang mengalami kerusakan. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi kini terus melakukan pendataan dan pemetaan guna menentukan langkah penanganan yang menjadi prioritas.

Berdasarkan hasil pendataan terbaru jumlah ruang kelas SMP yang mengalami kerusakan cukup signifikan. Tercatat sebanyak 913 ruang kelas berada dalam kategori rusak ringan, 933 ruang mengalami rusak sedang, dan 162 ruang lainnya masuk kategori rusak berat. Sementara itu, ruang kelas yang masih dinilai layak untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar berjumlah 1.228 ruangan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan segera.

Menurutnya, proses pemetaan dilakukan untuk menentukan skala prioritas, baik dalam bentuk rehabilitasi bangunan maupun pembangunan kembali ruang kelas yang kondisinya sudah tidak memungkinkan digunakan.

“Pendataan sudah kami lakukan untuk mengetahui sekolah mana saja yang harus segera mendapatkan bantuan perbaikan. Dari hasil pemetaan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang diprioritaskan,” ujarnya, pada Selasa (19/5/2026).

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menilai keberadaan ruang kelas yang aman dan nyaman sangat penting dalam mendukung kualitas pembelajaran siswa. Kerusakan bangunan sekolah tidak hanya berdampak terhadap kenyamanan belajar, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

Karena itu, upaya percepatan rehabilitasi infrastruktur pendidikan terus didorong agar kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Sukabumi dapat berlangsung lebih optimal. Selain meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, perbaikan fasilitas sekolah juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif bagi para pelajar,” pungkasnya.

Pos terkait