Dppkb Kabupaten Sukabumi Gencarkan Pelayanan KB Serentak, Targetkan Ribuan Akseptor di HUT IBI ke-75

Suasana koordinasi dan silaturahmi jajaran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dalam mendukung suksesnya pelaksanaan pelayanan KB serentak di wilayah Kabupaten Sukabumi. (Foto: Istimewa).

Sukabumi | Matanusa.net – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam pengendalian penduduk melalui pelaksanaan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak dalam rangka Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 tahun 2026.

Kegiatan nasional ini resmi diluncurkan dengan pusat kegiatan di Provinsi Banten, sementara untuk tingkat Provinsi Jawa Barat dipusatkan di Purwakarta. Adapun di Kabupaten Sukabumi, DPPKB menetapkan Kecamatan Cicantayan sebagai lokasi launching daerah.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara DPPKB Kabupaten Sukabumi dengan IBI, yang berlangsung mulai 30 April hingga 22 Mei 2026 dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. DPPKB menjadi motor penggerak utama dalam memastikan pelayanan berjalan optimal di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Tim Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi bersama para bidan melakukan monitoring langsung pelayanan KB kepada akseptor di fasilitas kesehatan Kecamatan Cicantayan, sebagai bagian dari pelayanan KB serentak HUT IBI ke-75.

Dalam program ini, DPPKB Kabupaten Sukabumi menargetkan sebanyak 6.810 akseptor pelayanan KB. Target tersebut terdiri dari 4.126 akseptor KB pasca persalinan (KBPP), meliputi metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sebanyak 2.063 akseptor dan non-MKJP sebanyak 2.063 akseptor. Sementara itu, untuk non-KBPP ditargetkan sebanyak 2.684 akseptor, dengan rincian 194 akseptor MKJP dan 2.490 akseptor non-MKJP.

Launching tingkat kabupaten dipusatkan di TPMB Bidan Elma. Lokasi ini menjadi simbol dimulainya pelayanan KB serentak di seluruh fasyankes, dengan dukungan penuh para bidan yang tergabung dalam IBI.

Hingga 30 April 2026 pukul 15.00 WIB, capaian awal menunjukkan DPPKB Kabupaten Sukabumi telah berhasil melayani 314 akseptor atau sekitar 4,61 persen dari total target. Capaian ini menempatkan Kabupaten Sukabumi pada posisi menengah di tingkat Jawa Barat, namun menunjukkan tren awal yang cukup positif.

Secara rinci, capaian KBPP mencapai 250 akseptor dari target 4.126 (6,06 persen). Sementara itu, capaian MKJP tercatat 197 akseptor dari target 2.257 atau sebesar 8,73 persen, yang menjadi indikator kuat keberhasilan awal DPPKB dalam mendorong penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang.

Jika dibandingkan dengan capaian tingkat provinsi, Jawa Barat secara umum baru mencapai 2,88 persen dari total target. Meski beberapa daerah seperti Kota Bandung dan Kabupaten Kuningan mencatat progres lebih tinggi, Kabupaten Sukabumi dinilai memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan capaian hingga akhir periode pelayanan.

Melalui program ini, DPPKB Kabupaten Sukabumi berharap partisipasi masyarakat dalam program KB semakin meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat peran tenaga kesehatan, khususnya bidan, dalam mendukung pengendalian penduduk serta mewujudkan keluarga yang berkualitas di Kabupaten Sukabumi.

Pos terkait