Sukabumi | Matanusa.net – Masyarakat Kabupaten Sukabumi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aksi penipuan digital yang mencatut nama pejabat daerah. Kali ini, beredar nomor WhatsApp yang mengatasnamakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati.
Nomor dengan tampilan profil menyerupai pejabat tersebut diduga digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan melalui pesan, tautan, maupun komunikasi langsung kepada masyarakat.
Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, memastikan bahwa nomor yang beredar tersebut bukan miliknya. Ia menegaskan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengatasnamakan dirinya, terlebih jika berkaitan dengan permintaan uang, data pribadi, ataupun hal mencurigakan lainnya.
“Apabila ada pihak yang menghubungi dengan mengatasnamakan saya dan meminta sesuatu, masyarakat diminta untuk tidak langsung menanggapi. Pastikan kebenarannya melalui jalur komunikasi resmi pemerintah,” tegasnya.
Nunung menambahkan, praktik penyalahgunaan identitas pejabat merupakan modus yang sering digunakan pelaku kejahatan siber untuk memanfaatkan kepercayaan publik. Oleh karena itu, masyarakat diminta selalu melakukan verifikasi informasi sebelum mengambil tindakan.
Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sukabumi turut mengonfirmasi bahwa nomor WhatsApp tersebut merupakan hoaks sekaligus bagian dari modus penipuan digital. Diskominfo mengajak masyarakat menjadi “smart citizen” dengan lebih bijak dan waspada dalam menerima maupun menyebarkan informasi di ruang digital,” pungkasnya.
Pemkab Sukabumi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan nomor mencurigakan tersebut serta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menerima pesan serupa. Pemerintah menekankan pentingnya memanfaatkan kanal resmi sebagai sarana klarifikasi guna mencegah potensi kerugian akibat penipuan berbasis digital.
Dengan meningkatnya aktivitas komunikasi digital, masyarakat diharapkan semakin cermat dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.





