Sukabumi | Matanusa.net โ Tradisi budaya khas masyarakat pesisir selatan Sukabumi kembali akan digelar melalui kegiatan Gelar Saji 1.000 Tumpeng di Desa Gunungkaramat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026, dengan lokasi kegiatan dimulai dari Lapang Bola Desa Gunungkaramat hingga kawasan Puncak Cagar Budaya Gunungkaramat.
Event ini diproyeksikan menjadi salah satu agenda unggulan pariwisata daerah pada awal tahun 2026. Selain menampilkan kekayaan tradisi lokal, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan mengenal lebih dekat budaya masyarakat Sukabumi, terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut adalah penyajian Tumpeng 1.000 Congcot yang sarat makna. Tumpeng tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus representasi kebersamaan masyarakat Gunungkaramat. Ribuan tumpeng yang disusun berderet akan menciptakan pemandangan unik yang berpotensi menjadi daya tarik visual bagi pengunjung maupun wisatawan yang ingin mengabadikan momen budaya.
Selain menghadirkan unsur tradisi, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Berbagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seniman daerah, serta komunitas budaya turut dilibatkan dalam rangkaian acara, sehingga membuka peluang peningkatan pendapatan warga.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyampaikan bahwa Gelar Saji 1.000 Tumpeng telah masuk dalam kalender event resmi Kabupaten Sukabumi untuk Februari 2026. Ia optimistis kegiatan tersebut mampu mendorong pertumbuhan kunjungan wisata pada awal tahun.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar pertunjukan budaya, melainkan juga menjadi wadah interaksi sosial dan spiritual yang mencerminkan identitas masyarakat Sukabumi. Ia mengajak masyarakat luas untuk turut meramaikan kegiatan tersebut bersama keluarga dan kerabat, pada Selasa (3/2/2026).
Ali menjelaskan, konsep kegiatan dirancang sebagai wisata berbasis pengalaman, di mana pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga dapat merasakan langsung suasana kebersamaan masyarakat serta mencicipi kuliner khas daerah.
Ia menambahkan, wisatawan saat ini cenderung mencari pengalaman autentik yang menampilkan tradisi hidup di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat menyaksikan kekayaan budaya lokal sekaligus merasakan nuansa religius yang kental menjelang Ramadan,” pungkasnya.
Dengan konsep terbuka, gratis, dan sarat nilai kebudayaan, Gelar Saji 1.000 Tumpeng diharapkan menjadi momentum memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Event ini juga diharapkan dapat meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjung yang datang dari berbagai daerah.





