Sukabumi | Matanusa.net — Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya pemulihan pascabencana, khususnya melalui pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak. Dalam upaya tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi turut mengambil peran strategis, terutama dalam memastikan aspek perlindungan kelompok rentan terpenuhi.
Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, S.K.M., M.Si, menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap bukan sekadar menyediakan tempat tinggal, melainkan juga memastikan lingkungan yang aman, layak, dan ramah bagi perempuan serta anak-anak yang terdampak bencana.
“Hunian tetap harus menjadi ruang aman bagi keluarga, khususnya perempuan dan anak. Oleh karena itu, DP3A mendorong agar aspek perlindungan, kenyamanan, dan keberlanjutan sosial menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan,” ujar Agus Sanusi saat mendampingi kegiatan koordinasi lintas sektor di Sulanjana, pada Kamis (22/1/2026).
Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama unsur pengusaha dan komunitas berkolaborasi dalam pembangunan hunian tetap yang direncanakan berlokasi di Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, serta Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung. Kolaborasi tersebut lahir dari pertemuan peningkatan sinergitas perencanaan pembangunan dalam penanggulangan bencana daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menyampaikan bahwa sejumlah perusahaan telah menyatakan kesiapan untuk terlibat langsung dalam pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana. Total hunian yang direncanakan berjumlah 166 unit, dengan rincian 100 unit di Palabuhanratu dan 66 unit di Gegerbitung.
Agus Sanusi menambahkan, DP3A akan terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan mitra pembangunan agar hunian tetap yang dibangun dapat mendukung pemulihan psikososial keluarga terdampak, khususnya perempuan dan anak.
“Pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya fisik bangunan, tetapi juga kondisi sosial dan psikologis warga,” jelasnya.
Hunian tetap tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar 60 meter persegi dengan luas bangunan 36 meter persegi per unit. Desain bangunan dan kebutuhan pendukung lainnya saat ini tengah dipersiapkan, dengan target pembangunan tahap awal dimulai dalam waktu dekat.
Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyampaikan apresiasi kepada para pengusaha yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen dalam mendukung penanganan pascabencana di Kabupaten Sukabumi.
“Terima kasih atas sinergi dan kepedulian dunia usaha yang terus mendukung pemerintah daerah dalam membantu masyarakat terdampak bencana,” pungkasnya.





