Sukabumi | Matanusa.net — Langkah besar dalam penataan lingkungan kembali dilakukan di Kecamatan Bojonggenteng. Hari ini, proses normalisasi Sungai Cipamatutan di Desa Bojonggenteng dan Desa Cibodas resmi dimulai, ditandai dengan turunnya alat berat bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui PSDA Provinsi. Proses pengerukan yang sudah lama dinantikan masyarakat ini menjadi momen penting untuk mengurangi ancaman banjir serta membuka peluang pengembangan wisata air di wilayah Bojonggenteng.
Sejak pagi, suasana di sekitar bantaran sungai tampak ramai oleh perangkat desa, relawan, petani pemakai air, hingga tokoh masyarakat yang menyaksikan langsung dimulainya pengerjaan. Bagi warga, hari ini bukan sekadar kegiatan teknis—tetapi simbol harapan akan perubahan kondisi sungai yang lebih aman dan produktif.
Apresiasi Mendalam dari Tokoh Masyarakat
Ketua Forum Silaturahmi Kecamatan Sehat (FSKS) sekaligus Ketua Forum Silaturahmi Organisasi Kecamatan Bojonggenteng, Yulius Abdillah, memberikan apresiasi tinggi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang begitu cepat merespons kebutuhan masyarakat.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Jawa Barat atas dukungan nyata melalui fasilitas alat berat PSDA Provinsi. Ini bukan sekadar bantuan teknis, tetapi bukti bahwa pemerintah hadir mendengarkan aspirasi masyarakat Bojonggenteng.
”Yulius menegaskan bahwa partisipasi organisasi dan masyarakat adalah bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, sekaligus komitmen untuk menjaga sungai sebagai sumber kehidupan,” ujarnya, pada Jumat (5/12/2025).
Camat Jenal Abidin: Normalisasi Ini Momentum Besar untuk Bojonggenteng
Camat Bojonggenteng, Drs. Jenal Abidin, M.AP, menjelaskan bahwa normalisasi Sungai Cipamatutan memiliki dampak yang begitu luas dan menyentuh banyak aspek kehidupan masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya mengatasi banjir; tetapi juga mengembalikan fungsi sungai sebagai sumber ekonomi, kesehatan, dan budaya masyarakat. Dukungan provinsi mempercepat upaya kami dalam menghadirkan lingkungan yang aman dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Lebih lanjut, beliau merinci manfaat strategis dari kegiatan ini:
1. Solusi Menyeluruh Menghadapi Ancaman Banjir
Selama bertahun-tahun, warga di hulu maupun hilir Sungai Cipamatutan sering menghadapi ancaman banjir sawah, terutama pada musim penghujan. Melalui normalisasi ini:
- Kapasitas sungai kembali pulih sehingga aliran air lebih terkendali.
- Endapan dan lumpur yang menghambat aliran akan dibersihkan secara bertahap.
- Potensi terbentuknya alur sungai baru yang kerap menggerus lahan pertanian dapat diminimalisir.
- Sengketa tanah akibat pergeseran alur sungai dapat dicegah.
“Dengan normalisasi ini, sawah-sawah warga bisa lebih terlindungi,” ujar Camat Jenal.
2. Dorong Wisata Air, Bantu Ekonomi Warga
Sungai Cipamatutan memiliki potensi wisata yang selama ini belum tergarap optimal. Melalui penataan ini, masyarakat dan pemerintah membuka peluang:
- Wisata air seperti tubing, body rafting, river tracking, hingga mancing alam.
- Menghidupkan kembali populasi ikan endemik seperti sengal, boboso, dan jenis lain yang mulai berkurang akibat sedimentasi.
- Mendukung program tebar benih dari Dinas Perikanan sehingga produksi ikan sungai meningkat.
- Meningkatkan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat, berkontribusi pada penurunan stunting.
“Normalisasi ini punya efek berantai. Tidak hanya lingkungan pulih, tapi ekonomi dan kesehatan masyarakat ikut terdorong,” tambahnya.
3. Manfaat Sosial & Layanan Publik Ikut Dirasakan
Kegiatan ini membawa perubahan besar di sektor sosial dan pelayanan publik:
- Aliran air irigasi menuju sawah menjadi lebih lancar, mendukung produksi pertanian.
- Kebutuhan air bagi masjid, sekolah, dan pesantren menjadi lebih terjaga.
- Membangkitkan kembali budaya gotong royong petani pemakai air dalam merawat saluran.
- Memudahkan mobil pemadam kebakaran mengambil sumber air saat keadaan darurat.
“Sungai yang tertata adalah fondasi untuk pelayanan publik yang lebih baik,” ucap Camat Jenal.
Sinergi Provinsi–Daerah, Kunci Perubahan di Bojonggenteng
Kegiatan normalisasi ini memperlihatkan bagaimana kerja sama antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah mampu memberikan hasil nyata. Bagi warga Bojonggenteng, hadirnya alat berat provinsi adalah bukti bahwa perjuangan mengusulkan perbaikan sungai selama ini tidak sia-sia.
“Sinergi seperti ini yang kami harapkan. Ketika pemerintah provinsi dan daerah bergerak bersama, masyarakat merasakan langsung manfaatnya. Bojonggenteng sedang melangkah menuju masa depan yang lebih baik, aman, dan lestari,” pungkas Camat Jenal menutup kegiatan.





