Forum Komitmen Keluarga SIGAP Dorong Integrasi Desa dan Puskesmas di Kabupaten Sukabumi

Foto: Dokpim.

Sukabumi | Matanusa.net – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Dinas Kesehatan, bersama Program Keluarga SIGAP, menggelar Forum Komitmen Keluarga SIGAP sebagai upaya memastikan keberlanjutan program melalui integrasi perencanaan dan kolaborasi antara pemerintah desa dan Puskesmas, pada Selasa (17/12/2025).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari lokakarya pertama yang telah melibatkan 638 desa di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Sukabumi, Brebes, dan Banjar, pada November 2025 lalu. Berbeda dengan lokakarya sebelumnya, forum kali ini menekankan sinkronisasi perencanaan antara desa dan Puskesmas agar program dapat berjalan berkelanjutan.

Program Keluarga SIGAP (Siaga Dukung Kesehatan, Siap Hadapi Masa Depan) mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia dengan mempromosikan tiga perilaku utama bagi keluarga dengan anak usia 0–24 bulan, yaitu imunisasi rutin lengkap sesuai jadwal, cuci tangan pakai sabun (CTPS), serta pemberian makanan bergizi dan camilan sehat.

Sejak diimplementasikan, program ini menjangkau keluarga baduta melalui pelatihan kader, kunjungan rumah, kelas ibu baduta, serta pemanfaatan media interaktif seperti poster, alat permainan edukatif, dan media sosial sebagai sarana komunikasi antara kader dan orang tua. Setelah uji coba pada 2023, tahun 2025 Keluarga SIGAP di-scale up di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat), Kabupaten Brebes (Jawa Tengah), dan Kabupaten Banjar (Kalimantan Selatan).

Di Kabupaten Sukabumi sendiri, hingga Oktober 2025, Keluarga SIGAP telah menjangkau 53.456 baduta yang tersebar di 285 desa. Sebanyak 3.876 kader dari 2.670 posyandu telah dilatih, melaksanakan 52.805 kunjungan rumah pertama, serta menyelenggarakan 2.963 Kelas Ibu Baduta di Posyandu.

Penasihat Advokasi Keluarga SIGAP sekaligus fasilitator utama kegiatan, Nuwirman, menegaskan bahwa keberlanjutan program harus berbasis kolaborasi lintas sektor.
“Desa dan Puskesmas perlu bersinergi agar upaya perubahan perilaku dapat berjalan konsisten dan berdampak jangka panjang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Sukabumi, Asep Saepul Bahri. Ia menilai sinergi antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa hingga dinas terkait, menjadi kunci keberhasilan program.
“Fokus Keluarga SIGAP sederhana namun mendasar, yakni imunisasi lengkap, CTPS, dan pemberian makanan bergizi bagi baduta. Kami berharap kolaborasi ini segera terwujud demi generasi yang lebih sehat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Upaya dan Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Cucu Sumintardi, menegaskan bahwa Keluarga SIGAP sejalan dengan visi Kabupaten Sukabumi dalam menyiapkan Generasi Emas yang sehat.
“Kami melihat peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan dan kader, serta partisipasi orang tua yang semakin aktif ke Posyandu berkat alat peraga dan sosialisasi tiga perilaku SIGAP,” ucapnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan program membutuhkan komitmen bersama antara sektor kesehatan dan pemerintah desa agar praktik baik ini dapat terus berjalan dan memberikan dampak nyata,” pungkasnya.

Diketahui, forum ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 16 dan 18 Desember 2025, dengan melibatkan 48 Kepala Urusan Perencanaan Desa dan 14 Kepala Tata Usaha Puskesmas. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor menuju terwujudnya Generasi Emas 2045.

Pos terkait