Sukabumi | Matanusa.net — Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan jembatan penghubung di Kedusunan Cikawung Laut, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi ambruk, pada Kamis (13/11/2025). Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga menuju area pemukiman, sekolah, lahan pertanian, serta pasar di wilayah sekitarnya.
Diketahui, jembatan yang ambruk itu terbuat dari kayu dan sudah mengalami pelapukan parah akibat termakan usia. Kondisi tersebut membuat struktur jembatan tidak mampu menahan derasnya arus air sungai yang meningkat tajam akibat curah hujan tinggi. Akibatnya, bagian penopang utama jembatan patah dan sebagian badan jembatan hanyut terbawa arus.
Peristiwa ini menimbulkan dampak serius bagi aktivitas warga sekitar. Selain memutus jalur utama masyarakat, warga kini harus menempuh jarak lebih jauh untuk sekadar beraktivitas ke pusat desa maupun mengantar anak ke sekolah. Kondisi ini juga menghambat distribusi hasil pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Melihat kondisi tersebut, Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dampal Jurig (Dampit Peduli Lingkungan Jurang Rimba Gunung), Irvan Azis, menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi agar segera memberikan perhatian dan penanganan.
“Jembatan ini merupakan urat nadi masyarakat dalam beraktivitas. Setelah ambruk, warga benar-benar kesulitan untuk berangkat bekerja, ke sekolah, maupun mengangkut hasil tani. Kami berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Sukabumi beserta dinas terkait, segera turun tangan dan membangun kembali jembatan ini agar akses warga bisa normal kembali,” ujar Irvan Azis saat ditemui di lokasi, pada Kamis (13/11/2025).
Lebih lanjut, Irvan menambahkan bahwa meskipun aspirasi tersebut di luar fokus utama LSM Dampal Jurig yang bergerak dalam bidang pelestarian lingkungan hidup dan konservasi alam, pihaknya merasa terpanggil untuk membantu masyarakat.
“Sebenarnya ini sudah di luar konteks visi misi kami, tetapi karena permintaan datang langsung dari masyarakat, kami merasa wajib menyalurkan aspirasi tersebut. Khoerunnas anfa’uhum linnas — sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Itu yang menjadi pegangan kami,” tegasnya.
Irvan juga mengungkapkan, LSM Dampal Jurig akan terus berkoordinasi dengan perangkat desa dan pemerintah daerah untuk mempercepat langkah tanggap darurat, termasuk pengajuan bantuan pembangunan kembali jembatan.
Sementara itu, warga Cikawung Laut mengaku sangat berharap adanya perhatian segera dari pemerintah daerah. Mereka menilai, jembatan tersebut bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga penunjang utama kegiatan ekonomi masyarakat.
“Kalau dibiarkan terlalu lama, kami akan semakin kesulitan. Anak-anak susah ke sekolah, petani sulit membawa hasil panen. Kami mohon agar pemerintah bisa cepat membangun kembali jembatan ini,” ungkap salah seorang warga.
Dengan aspirasi yang disampaikan melalui LSM Dampal Jurig, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi, terutama Bupati Sukabumi bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan BPBD Kabupaten Sukabumi, segera meninjau lokasi serta mengambil langkah nyata membangun kembali jembatan yang rusak.
Kerjasama antara masyarakat, pemerintah, dan elemen swadaya seperti LSM diharapkan menjadi langkah nyata untuk mengatasi persoalan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.





