Disdagin Sukabumi: Kunjungan Menteri Bappenas Jadi Momentum Kebangkitan Industri Lokal

Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, ST., MT., saat menyampaikan arahan dalam kegiatan pembinaan pelaku industri lokal, sebagai upaya memperkuat ketahanan usaha dan pengembangan IKM di daerah. (Foto: Istimewa).

Sukabumi | Matanusa.net – Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Sukabumi menilai kunjungan kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI, Rahmad Pambudy, ke PT Sarandi Karya Nugraha di Kecamatan Cisaat menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri di daerah, khususnya sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Menurut Disdagin, kehadiran Menteri Bappenas menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap dunia industri daerah, yang diharapkan mampu memperkuat semangat pelaku usaha serta mendorong arah pembangunan ekonomi Sukabumi ke depan.

Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, ST., MT., melalui Kabid Pengawasan Data dan Informasi Industri, Adi Setiadi Nugraha, mengungkapkan apresiasinya terhadap kunjungan tersebut.

“Kami sangat menyambut baik kunjungan Pak Menteri ke PT Sarandi. Ini menjadi dorongan besar bagi industri lokal, terutama bagi IKM yang sedang tumbuh. Kehadiran beliau memberikan motivasi sekaligus bukti bahwa pemerintah pusat memperhatikan potensi industri daerah,” ujar Adi Setiadi Nugraha, pada Selasa (4/11/2025).

Adi menjelaskan, PT Sarandi Karya Nugraha merupakan contoh nyata keberhasilan industri lokal yang berkembang pesat berkat kerja keras dan inovasi. Perusahaan alat kesehatan asal Sukabumi ini dulunya hanya memiliki dua tenaga kerja dan berdiri di lahan sempit sekitar 200 meter persegi. Kini, perusahaan tersebut telah tumbuh menjadi industri besar dengan luas area sekitar satu hektar dan ratusan karyawan.

“Perjalanan PT Sarandi membuktikan bahwa industri daerah bisa naik kelas bila mendapatkan dukungan yang memadai. Transformasi ini sangat inspiratif bagi IKM lain di Sukabumi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Adi berharap perhatian pemerintah pusat terhadap industri di Kabupaten Sukabumi dapat terus berlanjut. Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri akan menciptakan ekosistem yang sehat dan berdaya saing.

“Bisa jadi ke depan, industri kecil lain di Sukabumi juga mendapat perhatian serupa. Terutama sektor alat kesehatan, yang kini semakin berpotensi untuk dikembangkan,” ujarnya.

Disdagin sendiri berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan, pendampingan, dan pengawasan terhadap IKM agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Dengan dukungan dan sinergi semua pihak, kami optimistis industri lokal Sukabumi akan semakin berkontribusi terhadap perekonomian daerah dan nasional,” pungkas Adi.

Pos terkait