Tujuh Kecamatan di Sukabumi Tampilkan Desa Terbaik di Ajang Bergengsi Lomba Sri Baduga 2025

Suasana penilaian Lomba Sri Baduga 2025 di Aula Kecamatan Cicantayan, diikuti peserta dari tujuh kecamatan dan desa perwakilan terbaik. (Foto: D2).

Sukabumi | Matanusa.net – Upaya mewujudkan Jawa Barat Istimewa terus ditunjukkan oleh masyarakat Kabupaten Sukabumi. Kali ini, semangat tersebut tergambar jelas dalam ajang Anugerah Gapura Sri Baduga 2025 atau yang lebih dikenal dengan Lomba Sri Baduga, yang melibatkan tujuh kecamatan dari wilayah Sukabumi bagian dua.

Kecamatan yang ambil bagian antara lain Cikidang, Cibadak, Cikembar, Ciambar, Caringin, dan Cicantayan. Masing-masing kecamatan mengutus satu desa terbaik hasil seleksi tingkat lokal. Desa-desa yang tampil mewakili yakni Tenjojaya, Sukadamai, Nagrak Selatan, Cicareuh, Caringin Wetan, Sukamulya, dan Ciambar.

Paparan penilaian dilaksanakan di Aula Kecamatan Cicantayan, pada Selasa (16/9/2025). Suasana berlangsung meriah, setiap desa hadir dengan rombongan pendukung sebanyak sepuluh orang yang memberikan semangat, sekaligus menunjukkan keseriusan dalam menampilkan program kerja unggulan.

Para kepala desa dan perwakilan kecamatan serius mengikuti sesi paparan penilaian Lomba Sri Baduga 2025 di Aula Kecamatan Cicantayan.

Enam Aspek Penilaian

Lomba Sri Baduga bukan sekadar seremoni, melainkan sarana evaluasi dan pembinaan desa agar semakin maju dan mandiri. Ada enam aspek penting yang menjadi tolok ukur penilaian, yaitu:

  1. Kesehatan Masyarakat – meliputi sanitasi, pengelolaan sampah, dan layanan dasar kesehatan.
  2. Perekonomian Desa – pemberdayaan UMKM, potensi lokal, hingga inovasi ekonomi kreatif.
  3. Pendidikan – kualitas sarana prasarana, literasi, serta program peningkatan SDM.
  4. Infrastruktur – ketersediaan jalan desa, fasilitas umum, dan sarana penunjang.
  5. Sosial Kemasyarakatan & Ketentraman – kerukunan warga, keamanan lingkungan, serta partisipasi masyarakat.
  6. Tata Kelola Pemerintahan Desa – transparansi anggaran, akuntabilitas, hingga inovasi pelayanan publik.

Ajang Belajar dan Berbagi

Kabid DPMPD Kabupaten Sukabumi, Odan F, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan amanat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong desa agar terus berbenah.

“Lewat penilaian hari ini, kami ingin melihat bagaimana desa-desa mampu memaparkan strategi pembangunan mereka. Mulai dari pengelolaan sampah, peningkatan pelayanan publik, hingga program pemberdayaan ekonomi lokal. Ini bukan hanya kompetisi, melainkan proses pembelajaran bersama,” ujarnya.

Menurutnya, lomba ini menjadi sarana bagi desa untuk saling menginspirasi. Setiap kepala desa dapat menyerap gagasan baru dari desa lain, sehingga lahir kolaborasi yang mampu memperkuat kemandirian desa di masa depan.

Harapan ke Depan

Selain memperebutkan prestasi, Lomba Sri Baduga memiliki nilai strategis. Desa yang berhasil menunjukkan inovasi dan kerja nyata akan menjadi contoh bagi desa lain. Dengan begitu, hasil kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.

“Harapan besar kami, setiap desa mampu menjadikan ajang ini sebagai momentum untuk memperbaiki pelayanan dan menumbuhkan semangat gotong royong. Karena kemajuan desa adalah fondasi utama bagi kemajuan Sukabumi secara keseluruhan,” pungkas Odan.

Pos terkait