Sukabumi | Matanusa.net – Derita panjang yang dialami M. Zihad Alfaritsi Eriansyah (7), bocah asal Kampung Kubang RT 17/4, Desa Pasir Datar Indah, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, mengundang perhatian berbagai pihak. Putra pasangan Heri Eriansyah dan Yati Rohayati, seorang guru honorer, sejak usia satu tahun divonis menderita penyakit kulit langka Candidiasis.
Awalnya, bercak putih kecil muncul di mulutnya saat Zihad masih bayi. Namun, seiring berjalannya waktu, bercak tersebut berkembang menjadi ruam gatal di tangan, lalu menyebar ke hampir seluruh tubuh. Orang tuanya telah berjuang keras membawa Zihad berobat ke berbagai rumah sakit, bahkan selama tiga tahun menjalani rawat jalan di RSHS Bandung. Kondisinya sempat membaik, namun dokter menyarankan agar ia mendapat penanganan lanjutan di RSCM Jakarta.
Sayangnya, keterbatasan ekonomi keluarga membuat langkah itu tertunda. “Sebetulnya kami sangat ingin membawa Zihad berobat ke Jakarta, tapi biaya perjalanan dan pengobatan menjadi kendala bagi kami,” tutur Yati dengan mata berkaca-kaca, pada Jumat (22/8/2025).
Kehadiran LSM Dampal Jurig
Di tengah kesulitan itu, LSM Dampal Jurig Jawa Barat hadir memberikan dukungan moral dan materiil. Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, bersama jajaran pengurus mendatangi RSUD Sekarwangi Cibadak, tempat Zihad sedang menjalani observasi medis sebelum kemungkinan dirujuk ke RSCM Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, LSM Dampal Jurig menyerahkan bantuan dana untuk meringankan biaya pengobatan. Bagi Irvan, bantuan itu bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata dari kepedulian sosial yang menjadi prinsip perjuangan organisasi.
“Bukan soal seberapa besar atau kecil yang kita berikan. Yang lebih penting adalah kepekaan sosial dan kepedulian untuk meringankan beban sesama. Kami ingin hadir sebagai keluarga kedua bagi mereka yang sedang diuji. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan biaya pengobatan, dan doa kami semoga Zihad diberi kesembuhan oleh Allah SWT, bisa kembali ceria bermain seperti anak-anak lainnya,” ungkap Irvan dengan nada penuh harapan.

“Potret M. Zihad Alfaritsi Eriansyah (7), bocah asal Kampung Kubang, Desa Pasir Datar Indah, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, yang berjuang melawan penyakit kulit langka Candidiasis. Kisah Zihad mengetuk kepedulian banyak pihak agar bersama-sama membantu meringankan beban keluarganya.”
Doa dan Harapan untuk Zihad
Selain bantuan, Irvan juga menyampaikan doa khusus untuk kesembuhan bocah kelas 2 SD tersebut. “Kami semua berdoa, Ya Allah, berikanlah kesembuhan untuk ananda Zihad, kuatkan orang tuanya, dan lapangkan jalan mereka agar bisa melanjutkan pengobatan di Jakarta. Semoga kehadiran kami menjadi penyemangat bahwa mereka tidak sendirian dalam perjuangan ini,” imbuhnya.
Ia juga menyerukan agar pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat luas bergandengan tangan membantu Zihad dan keluarga. Menurutnya, kasus ini adalah cerminan bahwa masih banyak warga yang membutuhkan sentuhan nyata kepedulian bersama.
Ucapan Terima Kasih Keluarga
Sementara itu, Yati Rohayati, ibu Zihad, tampak terharu saat menerima bantuan. “Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LSM Dampal Jurig yang sudah peduli. Bantuan ini bukan hanya soal materi, tapi juga dukungan moral yang sangat menguatkan kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda,” ungkapnya sambil menahan tangis.
Meski penyakit kulit masih menyisakan bekas di wajah dan tangan kanannya, Zihad tetap bersemangat untuk bersekolah dan bermain bersama teman-temannya. Dukungan moral dari banyak pihak membuatnya lebih percaya diri.
Cermin Kepedulian Sosial
Kisah Zihad dan keterlibatan LSM Dampal Jurig menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak harus menunggu besar kecilnya kemampuan. Kepekaan hati dan kesediaan berbagi sudah mampu menyalakan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang.
“Kami ingin Kabupaten Sukabumi menjadi daerah yang mubarokah, di mana masyarakatnya saling peduli, saling membantu, dan tidak membiarkan siapapun berjuang sendirian,” tutup Irvan.
Dengan doa dan dukungan yang terus mengalir, diharapkan Zihad segera mendapatkan pengobatan terbaik hingga sembuh total, sehingga bisa menjalani masa kecilnya dengan penuh kebahagiaan.





