Memberamo Tengah | Matanusa.net — Satgas Yonif Mekanis 521/Dadaha Yudha (DY) Pos Kelila menebar sentuhan kasih di Tanah Papua dengan memberikan layanan belajar mengaji bagi anak-anak Kampung Kelila, Distrik Kelila, Kabupaten Memberamo Tengah. Kegiatan ini digelar di mushola Pos Kelila, pada Rabu (9/7/2025) sebagai wujud kepedulian prajurit TNI terhadap pembinaan akhlak generasi muda Papua.
Danpos Kelila, Letda Inf Imam Akbar Amrullah, S.Tr.Han, mengatakan program belajar mengaji ini bertujuan menanamkan kebiasaan beribadah dan membaca Al-Qur’an sejak usia dini. Para prajurit membimbing anak-anak memahami huruf hijaiyah, tanda baca (harakat), ilmu tajwid hingga melatih mereka menulis huruf hijaiyah dengan benar.
“Ini adalah bentuk perhatian kami kepada masyarakat, khususnya anak-anak, untuk memperdalam ilmu agama Islam. Dengan cara ini kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia,” ujar Letda Imam.
Tak hanya menjaga keamanan wilayah penugasan, Satgas Yonif 521/DY juga aktif melaksanakan pembinaan teritorial melalui berbagai kegiatan seperti layanan kesehatan, komunikasi sosial, hingga menjadi guru ngaji bagi anak-anak setempat.
Masyarakat Kampung Kelila menyambut hangat kegiatan ini. “Kami semua senang dan sangat berterima kasih kepada anggota TNI yang bersedia mengajari anak-anak mengaji. Bahkan alat tulis, buku, pensil, penghapus, hingga iqro’ pun disediakan gratis. Anak-anak kami jadi lebih semangat belajar,” ungkap salah satu warga.

Belajar dengan Hati
Anak-anak Kampung Kelila tampak antusias mendengarkan bimbingan mengaji dari prajurit Satgas Yonif 521/DY, menumbuhkan semangat belajar agama dalam suasana hangat penuh kasih.
Dansatgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Unggulan bertajuk “Anak Papua Cerdas”. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan, kualitas sumber daya manusia (SDM), serta menumbuhkan cinta tanah air di kalangan generasi muda.
“Melalui mengaji, kami ingin membangun pondasi kecerdasan spiritual anak-anak di wilayah penugasan. Ini juga wujud komitmen prajurit Yonif 521/DY untuk terus hadir memberi manfaat bagi rakyat Papua,” pungkasnya.
Di usianya yang ke-70 tahun, Yonif 521/DY tetap konsisten membawa semangat Ksatria Tangguh, Responsif, dan Berintegritas, bukan hanya dalam menjaga kedaulatan NKRI, tetapi juga dalam membina masyarakat di daerah penugasan. (Yonif 521/DY