Sukabumi | Matanusa.net – UPTD Pengendalian Penduduk Kecamatan Kebonpedes menggelar Mini Lokakarya Program Bangga Kencana, pada Rabu (30/7/2025), bertempat di Aula Kecamatan Kebonpedes. Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana yang berfokus pada pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.
Lokakarya dihadiri oleh berbagai unsur penting seperti Muspika Kecamatan Kebonpedes, Kapolsek, Kepala UPTD Puskesmas, Kepala KUA, Koordinator BPP, Penilik PAUD/TK, Kepala Desa se-Kecamatan Kebonpedes, PLKB, PPKBD, bidan koordinator, petugas gizi, serta Ketua TPPS Desa. Kehadiran mereka mencerminkan sinergi multipihak dalam mendukung peningkatan kualitas keluarga di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, pihak Kecamatan menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor sebagai fondasi dalam menciptakan keluarga yang tangguh dan sejahtera. Lokakarya ini juga menjadi forum untuk mengidentifikasi kendala di lapangan dan menyusun langkah strategis ke depan.
Salah satu poin strategis yang dibahas adalah integrasi data dan program antar sektor—khususnya kesehatan, pendidikan, dan pemerintah desa—yang menjadi kunci dalam optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.
Kapolsek Kebonpedes turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Bangga Kencana. Ia menegaskan bahwa program ini memiliki dampak besar dalam mencegah permasalahan sosial seperti stunting, pernikahan usia dini, dan kekerasan dalam rumah tangga.
“Kami memandang Program Bangga Kencana sebagai bagian penting dari upaya pencegahan. Melalui peran Bhabinkamtibmas, kami berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan desa dan lintas sektor dalam menyampaikan edukasi, menjaga keamanan, serta mendampingi kegiatan masyarakat,” pungkas Kapolsek.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama serta menghasilkan rencana aksi nyata demi mewujudkan keluarga berkualitas, sehat, dan sejahtera di Kecamatan Kebonpedes. Mini lokakarya ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi adalah kunci keberhasilan pembangunan keluarga berkelanjutan.





