DKM Masjid Limanil Ikhlas Tenjoayu Peringati Tahun Baru Islam 1447 H dengan Santunan Yatim dan Pawai Obor

Indahnya kebersamaan di malam Muharram, warga Tenjoayu berbagi kasih lewat santunan untuk 35 anak yatim disertai doa, tausiah, dan senyum penuh haru di Masjid Limanil Ikhlas. (Foto: D2).

Sukabumi | Matanusa.net — Suasana malam Muharram di Kampung Tenjoayu, RW 02, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, terasa berbeda dan penuh haru, pada Sabtu Malam (5/7/2025). Ratusan warga berbondong-bondong menyaksikan pawai obor yang menyala indah di tengah dinginnya malam, disusul kegiatan santunan bagi 35 anak yatim yang diadakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Kaum Limanil Ikhlas.

Ketua DKM Masjid Limanil Ikhlas, Erwin, mengatakan kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, dengan tujuan utama mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di lingkungan sekitar.

“Kami ingin anak-anak yatim di kampung ini merasakan kasih sayang, perhatian, dan motivasi dari kita semua. Jangan sampai mereka merasa sendiri di hari-hari yang mestinya penuh suka cita,” tutur Erwin penuh empati.

Pawai Obor di Tengah Redanya Hujan

Rangkaian kegiatan dimulai sejak malam dengan pawai obor yang dilepas dari kawasan Pabrik Aci RW 01. Diiringi lantunan shalawat dan takbir, barisan pemuda, anak-anak, hingga orang tua membawa obor menyusuri jalan kampung menuju Masjid Limanil Ikhlas.

Meski sejak siang hingga sore hujan mengguyur deras wilayah Cicurug, namun seolah doa-doa warga dikabulkan, hujan reda tepat ketika malam tiba, memberi jalan bagi pawai obor terlaksana dengan lancar. Cahaya api obor yang berkelip-kelip di kegelapan malam menciptakan suasana syahdu yang menggetarkan hati.

“Hujan bukan halangan. Justru ini jadi pengingat bagi kita semua untuk terus bersabar dan bersyukur. Semoga semangat Muharram membawa keberkahan bagi kampung kita,” tambah Erwin.

Tausiah dan Doa Bersama

Sesampainya di masjid, acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Ustad H. Didin dari Cibeber. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan pentingnya menjaga kepedulian sosial, terlebih kepada anak yatim dan dhuafa, sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW.

Doa bersama dipanjatkan untuk keberkahan kampung Tenjoayu, kesehatan para dermawan, serta masa depan yang cerah bagi anak-anak yatim yang hadir.

Santunan untuk 35 Anak Yatim

Puncak acara malam itu adalah pembagian santunan kepada 35 anak yatim yang telah didata sebelumnya. Mereka menerima bantuan uang tunai serta bingkisan makanan, diserahkan langsung oleh pengurus DKM beserta tokoh masyarakat. Wajah-wajah polos anak-anak yatim tampak bahagia, sebagian tak kuasa menyembunyikan senyum haru ketika namanya dipanggil ke depan.

“Insya Allah, kami akan terus menghidupkan tradisi mulia ini setiap Muharram. Terima kasih kepada semua donatur, pengurus, pemuda, RT/RW, dan seluruh warga yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini,” ucap Erwin.

Gotong Royong Warga dan Donasi Terbuka

Kegiatan ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak, mulai dari pengurus DKM (Ketua Erwin, Wakil Ketua H. Ending, Bendahara H. Edwin), Ketua Pemuda Asep Hoeruman, para pemuda kampung tenjoayu, ketua RT, ketua RW, tokoh agama, hingga warga yang turut membantu.

Bagi masyarakat yang ingin turut serta berdonasi, panitia juga menyediakan rekening donasi melalui BCA dengan nomor 1290554809 atas nama Ani Suwarti. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui WhatsApp di nomor 0857-9712-2890.

Acara santunan yatim dan pawai obor ini bukan hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga simbol nyata kepedulian, gotong royong, dan keberkahan yang menyinari kampung Tenjoayu di awal tahun Hijriah.

“Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua, dan semakin mempererat tali persaudaraan di kampung kita,” pungkas Erwin.

Pos terkait