Sukabumi | Matanusa.net – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sahabat Desa Lembur Sawah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, menunjukkan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi lokal. Melalui pelatihan peningkatan kapasitas yang digelar, pada Rabu (2/7/2025) di Aula Desa Lembur Sawah, BUMDes fokus memperkuat tata kelola usaha berbasis pangan secara profesional dan berkelanjutan.
Pelatihan ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan kebijakan nasional, di mana minimal 20 persen Dana Desa dialokasikan untuk mendukung program ketahanan pangan dan penyertaan modal ke BUMDes. Pemerintah mendorong BUMDes agar berperan lebih aktif, tidak hanya sebagai unit usaha desa, tetapi juga sebagai katalisator pembangunan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Direktur Utama BUMDes Sahabat, Endi Supardi, menuturkan bahwa pelatihan ini merupakan upaya memperkuat kapasitas kelembagaan BUMDes, khususnya di bidang administrasi, pelaporan keuangan, dan perencanaan usaha pangan. “Kami ingin memastikan bahwa semua kegiatan usaha yang dijalankan BUMDes memiliki landasan administrasi dan pelaporan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini penting untuk membangun kepercayaan dan memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat,” ungkapnya.
Endi menjelaskan bahwa sektor pangan menjadi fokus utama karena memiliki nilai strategis dalam menciptakan ketahanan ekonomi. BUMDes Sahabat, lanjutnya, telah memetakan peluang usaha di bidang pertanian dan peternakan, termasuk pengolahan dan pemasaran hasil produksi secara terpadu. “Dengan pengelolaan yang baik, BUMDes bisa menjadi pelopor dalam membangun ekosistem pangan lokal yang kuat dan berdaya saing,” tambahnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan Cicantayan. Hadir mewakili Camat, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Joopy JR, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. “Kami sangat mendukung program yang digagas oleh BUMDes Sahabat. Ini adalah bentuk konkret sinergi antara pemerintah desa dan BUMDes dalam menjawab tantangan ketahanan pangan. Harapannya, pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas SDM dan memicu inovasi di tingkat desa,” ujarnya.
Joopy menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan desa tidak lepas dari kolaborasi semua pihak, termasuk peran aktif pengelola BUMDes dalam mengelola dana dan potensi desa secara bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Desa Lembur Sawah juga menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat. Ia berharap pelatihan tersebut bisa menghasilkan dampak positif dalam penguatan ekonomi desa dan mendorong terwujudnya desa yang mandiri, maju, dan tangguh dalam menghadapi tantangan pangan ke depan,” pungkasnya.
Melalui pelatihan ini, BUMDes Sahabat berharap dapat menjadi role model dalam pengelolaan usaha pangan yang modern, adaptif, dan menjawab kebutuhan masyarakat desa. Langkah ini sekaligus mempertegas peran BUMDes sebagai ujung tombak pembangunan desa berbasis ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal.





