Petani Desa Cijalingan Sambut Gembira Pembangunan Irigasi Baru dari Distan Sukabumi

Inilah saluran irigasi pertanian yang tengah dibangun di Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan. Infrastruktur ini akan memperlancar distribusi air ke lahan pertanian warga, mendukung produktivitas dan ketahanan pangan lokal. (Foto: Istimewa).

Sukabumi | Matanusa.net – Senyum lega menghiasi wajah para petani di Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (16/5/2025). Pasalnya, program pembangunan jaringan irigasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi yang telah lama dinanti, kini akhirnya rampung dan mulai memberikan manfaat nyata.

Proyek pembangunan ini berlokasi di kawasan Kelompok Tani (Poktan) Raharja, dengan pelaksanaan dimulai sejak 21 Maret 2025. Dikerjakan oleh pihak pelaksana CV Rhagasindo Mitra Utama, pembangunan saluran irigasi tersebut menelan anggaran sebesar Rp 74.659.000 dan ditargetkan selesai dalam waktu 60 hari kalender.

Papan informasi proyek pembangunan jaringan irigasi pertanian oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi di Poktan Raharja, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan. Proyek ini dimulai tanggal 21 Maret 2025 dengan anggaran sebesar Rp74.659.000,00 dan waktu pelaksanaan 60 hari kalender. Dikerjakan oleh CV Rhagasindo Mitra Utama.

Ketua Poktan Raharja, Egen Suganda, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah daerah, khususnya kepada Bupati Sukabumi dan jajaran Dinas Pertanian. Menurutnya, kehadiran jaringan irigasi baru ini menjadi solusi nyata atas permasalahan air yang selama ini menghambat produktivitas pertanian.

“Kami sangat berterima kasih. Kini aliran air ke sawah bisa dikendalikan dengan lebih baik. Petani merasa sangat terbantu karena distribusi air menjadi lebih lancar dan efisien,” ujarnya.

Saluran irigasi ini sangat vital, karena mengairi lahan pertanian seluas kurang lebih 35 hektare yang mencakup wilayah Kampung Cisande hingga Desa Lembursawah.

Egen berharap, ke depan Dinas Pertanian dapat menindaklanjuti program ini dengan pembangunan bendungan dan pintu air. “Dengan adanya pintu air, kami bisa lebih fleksibel dalam mengatur kebutuhan air di lahan masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, pihak pelaksana dari CV Rhagasindo Mitra Utama, yang enggan disebutkan namanya, membenarkan bahwa pengerjaan proyek ini ditangani langsung oleh timnya. Ia menegaskan bahwa sebagai putra daerah, dirinya merasa terpanggil untuk menjaga amanah dan memberikan hasil kerja terbaik demi kemajuan pertanian di kampung halamannya.

“Kami bekerja dengan sepenuh hati, menjaga mutu pekerjaan, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani pengguna air,” tutupnya.

Pos terkait