Sukabumi | Matanusa.net – Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat, khususnya para pegiat seni dan budaya serta wisatawan, untuk menghadiri kegiatan Sirungan yang akan digelar pada 28–29 November 2026 di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum kebangkitan para pelaku seni dan budaya di wilayah Pajampangan sekaligus upaya memeriahkan Jampang sebagai warisan budaya dan bagian dari kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, H. Ali Iskandar, menyampaikan bahwa Sirungan akan menjadi ruang bagi talenta muda Sukabumi Raya untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan, serta kecintaan terhadap seni dan budaya tradisional.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat, terutama para pelaku seni dan budaya yang selama ini terus berupaya menjaga kelestarian kesenian lokal.
“Sebentar lagi, pada tanggal 28 dan 29 November 2026, akan dilaksanakan sebuah event yang membuat talenta kaum muda di wilayah Sukabumi Raya berbondong-bondong datang ke Pajampangan. Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Jampang sebagai warisan budaya sekaligus sentrum Geopark Ciletuh-Palabuhanratu,” ujar Ali Iskandar.
Ia menjelaskan, Sirungan yang memiliki makna bangkitnya kembali para pelaku seni dan budaya di wilayah Pajampangan diselenggarakan oleh Jampang Warrior Dance. Kelompok seni tersebut sebelumnya telah membawa kesenian Sukabumi hingga ke Jepang.
Ali Iskandar mengungkapkan, kegiatan Sirungan akan menghadirkan dua segmen utama yang memberikan kesempatan kepada para seniman untuk tampil dan menunjukkan potensi terbaiknya.
Segmen pertama adalah Pasanggiri Jaipongan yang akan memperebutkan Piala Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi. Ajang ini diharapkan mampu mendorong regenerasi penari serta memperkuat eksistensi seni tari tradisional di kalangan generasi muda.
Sementara itu, segmen kedua berupa pagelaran seni yang akan menampilkan eksplorasi kreativitas serta pertunjukan dari para seniman muda di wilayah Jampang.
Dalam pagelaran tersebut, para pelaku seni dan budaya tradisional akan menjadi prioritas. Namun, kegiatan ini juga tetap membuka ruang bagi seniman yang bergerak di bidang seni kontemporer.
“Yang akan diprioritaskan adalah sahabat pariwisata yang bergerak di bidang budaya, jadi lebih ke tradisional. Tetapi, tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang bergelut di bidang kontemporer untuk ikut berpartisipasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ali Iskandar berharap Sirungan dapat menjadi daya tarik wisata baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah Pajampangan.
Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada keindahan alam, tetapi juga perlu didukung oleh kekayaan seni, budaya, dan kreativitas masyarakat lokal.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat dan sahabat pariwisata di berbagai daerah untuk datang langsung menyaksikan kegiatan tersebut.
“Semoga ini menjadi daya tarik dan sahabat pariwisata di mana pun berada bisa datang ke lokasi. Yang membuat kami bangga, Sukabumi akan lebih terkenal dan semakin menjadi daya tarik wisata,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Sirungan 2026, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi berharap seni dan budaya Pajampangan semakin dikenal luas, sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai destinasi wisata berbasis budaya.
“Ulah ka mana-mana, ingat tanggalnya, datang ke Jampang kanggo menyaksikan kegiatan Sirungan. Semoga Allah memudahkan kita bersama dalam menghadirkan kemanfaatan. Salam pariwisata bahagia,” tutup Ali Iskandar.





