Sukabumi | Matanusa.net – Ketua Umum LSM Dampal Jurig Jabar, Irvan Azis, memberikan klarifikasi terkait beredarnya sejumlah pemberitaan yang menggunakan foto dirinya bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Ade Suryaman, S.H., M.M., sebagai foto profil pada akun maupun nomor WhatsApp yang diduga digunakan untuk aksi penipuan.
Irvan Azis menegaskan bahwa foto yang menampilkan dirinya mengenakan pakaian hitam bersama H. Ade Suryaman yang mengenakan kemeja putih merupakan dokumentasi saat melakukan silaturahmi dan tidak memiliki kaitan apa pun dengan aktivitas penipuan maupun pemberitaan yang beredar di media sosial.
Menurutnya, penggunaan foto bersama tersebut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Karena itu, ia merasa perlu menyampaikan klarifikasi agar tidak muncul persepsi yang keliru terhadap dirinya maupun Sekda Kabupaten Sukabumi.
“Foto tersebut merupakan dokumentasi kebersamaan saat bersilaturahmi dengan Bapak Sekda Kabupaten Sukabumi. Saya sangat menyayangkan apabila foto itu dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan yang dapat merugikan nama baik orang lain,” ujar Irvan Azis, pada Kamis (2/7/2026).
Ia juga mengajak masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah maupun tokoh masyarakat. Irvan meminta masyarakat untuk selalu melakukan konfirmasi terlebih dahulu apabila menerima pesan, telepon, atau permintaan yang mencurigakan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Ade Suryaman, S.H., M.M., sebelumnya juga telah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai nomor WhatsApp yang mengatasnamakan dirinya. Masyarakat diminta mengabaikan serta melaporkan apabila menerima pesan yang mengarah pada tindakan penipuan.
Melalui klarifikasi ini, Ketua Umum LSM Dampal Jurig Jabar berharap masyarakat tidak lagi mengaitkan foto kebersamaan tersebut dengan pemberitaan maupun aksi penipuan yang beredar, serta lebih bijak dalam menyaring informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.





