Sukabumi | Matanusa.net – Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan berbasis riset dan inovasi. Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Riset dan Inovasi Daerah Tahun 2026 yang digelar bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional di Gedung Kusnoto BRIN, Bogor.
Kegiatan strategis tersebut menjadi langkah penting Bapperida Kabupaten Sukabumi dalam membangun sinergi dengan kalangan akademisi, peneliti, dan pemerintah guna menciptakan kebijakan pembangunan yang lebih terukur, inovatif, serta berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala Bapperida Kabupaten Sukabumi, Toha Wildan Athoilah, menegaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang Riset di lingkungan BRIN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata penguatan kolaborasi riset antara pemerintah daerah dan lembaga penelitian nasional.
Menurutnya, Kabupaten Sukabumi saat ini menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian dalam pengembangan riset nasional, terutama pada sektor agromaritim, lingkungan, hingga penguatan inovasi sosial masyarakat.
“Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya riset di Kabupaten Sukabumi. Kami ingin hasil penelitian benar-benar bisa diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya, pada Kamis (7/5/2026).
Toha menjelaskan, Bapperida sengaja melibatkan berbagai perguruan tinggi dalam forum tersebut karena dunia akademik memiliki peran penting dalam menghasilkan kajian ilmiah dan inovasi yang dapat mendukung arah pembangunan daerah ke depan.
Selain akademisi, forum tersebut juga diikuti perangkat daerah yang membidangi sektor strategis seperti pertanian, perikanan, kebencanaan, lingkungan hidup, hingga pengembangan UMKM. Seluruh sektor tersebut dinilai membutuhkan dukungan riset agar program pembangunan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Salah satu fokus utama yang didorong Bapperida dalam Musrenbang kali ini ialah hilirisasi agromaritim dan industri berbasis potensi lokal. Kabupaten Sukabumi dinilai memiliki sumber daya alam yang besar sehingga perlu didukung inovasi teknologi agar mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.
Tidak hanya itu, Bapperida bersama BRIN juga melakukan penandatanganan kerja sama pengembangan teknologi pengukur unsur hara tanah. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam mengetahui kondisi lahan secara akurat sehingga produktivitas pertanian meningkat.
Selain sektor pertanian, Bapperida juga mendorong penguatan inovasi sosial melalui penyusunan kajian social mapping sebagai dasar pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap langkah Bapperida dalam memperkuat pembangunan berbasis data dan penelitian.
Menurutnya, tantangan pembangunan daerah saat ini membutuhkan solusi inovatif dan tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan konvensional.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, BRIN, perguruan tinggi, dan seluruh stakeholder menjadi kunci penting dalam menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Musrenbang Riset dan Inovasi Daerah 2026, Bapperida Kabupaten Sukabumi berharap tercipta ekosistem riset yang semakin kuat serta mampu mendorong terwujudnya visi Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah melalui pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.





