Sukabumi Kota | Matanusa.net — Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan pentingnya memastikan Kota Sukabumi terkoneksi dan selaras dengan arah kebijakan strategis kementerian di tingkat pusat sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan pertemuan langsung dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, pada Selasa (13/1/2026), guna membuka ruang sinergi yang lebih konkret antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Sukabumi.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Sukabumi didampingi jajaran Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, serta diterima langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian RI beserta jajaran pejabat eselon II. Pertemuan ini membahas sejumlah agenda strategis yang menjadi prioritas pembangunan industri di Kota Sukabumi.
H. Ayep Zaki menyampaikan bahwa terdapat beberapa poin penting yang menjadi fokus pembahasan, salah satunya adalah komitmen untuk memperjuangkan optimalisasi kawasan industri seluas 53 hektar agar dapat difungsikan secara maksimal sesuai peruntukannya.
“Saya akan memperjuangkan kawasan industri yang 53 hektar supaya betul-betul bisa digunakan untuk kawasan industri,” tegasnya.
Selain itu, Wali Kota Sukabumi juga mengundang Wakil Menteri Perindustrian untuk berkunjung langsung ke Kota Sukabumi dalam rangka peresmian industri pangan, khususnya industri makanan berorientasi ekspor, serta peresmian sejumlah pabrik yang telah beroperasi di wilayah Kota Sukabumi.
“Insyaallah kami juga akan mengundang Pak Wakil Menteri untuk datang ke Kota Sukabumi, meresmikan industri makanan yang khusus untuk ekspor, serta pabrik-pabrik yang ada di Sukabumi,” ungkapnya.
Menurut H. Ayep Zaki, kunjungan ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Kota Sukabumi dalam menumbuhkembangkan perekonomian daerah melalui penguatan konektivitas dengan kementerian di Jakarta. Sinkronisasi program pusat dan daerah diharapkan mampu membuka akses dukungan kebijakan, teknis, dan sumber daya untuk mendorong percepatan transformasi ekonomi yang berkelanjutan.
Dari pihak Kementerian Perindustrian, salah satu staf khusus Wakil Menteri memberikan respons positif terhadap potensi yang dimiliki Kota Sukabumi. Ia menilai wilayah Kota Sukabumi masih memiliki ruang yang luas serta peluang besar untuk dikembangkan lebih optimal.
“Ada banyak potensi yang masih sangat luas untuk diperluas dan dikembangkan,” ujarnya.
Secara teknis, pertemuan ini dinilai memiliki arti strategis dalam upaya optimalisasi pemanfaatan lahan industri serta penguatan ekosistem industri pangan berbasis ekspor. Aktivasi kawasan industri seluas 53 hektar diharapkan mampu menarik minat investor, menciptakan nilai tambah ekonomi, serta membuka lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Sinergi yang terbangun dengan Kementerian Perindustrian ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Kota Sukabumi untuk tumbuh sebagai kota yang berdaya saing, produktif, dan berorientasi pada masa depan,” pungkasnya.