Sukabumi | Matanusa.net – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, S.Sos., Kp., M.Si, menegaskan pentingnya penguatan retribusi berbasis lingkungan sebagai salah satu strategi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja Evaluasi Capaian Retribusi Tahun 2025 dan Rencana Target Retribusi Tahun 2026, yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, SH., MM., di Pendopo Sukabumi, pada Kamis (16/10/2025).
Rapat yang diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi ini dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah dan instansi terkait. Tujuannya untuk mengevaluasi capaian retribusi tahun 2025 serta merumuskan langkah strategis dalam peningkatan target retribusi tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Nunung Nurhayati menekankan bahwa sektor lingkungan hidup memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi nyata terhadap PAD, khususnya melalui pengelolaan retribusi persampahan, limbah, serta izin pengelolaan lingkungan.
“Kami terus mendorong inovasi dalam sistem pengelolaan retribusi lingkungan, agar lebih efektif dan berdampak langsung pada peningkatan kebersihan, kesehatan, serta keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Sukabumi,” ujar Nunung.
Ia juga menyampaikan bahwa DLH tengah menyiapkan sejumlah program strategis yang mengarah pada digitalisasi layanan retribusi lingkungan, termasuk peningkatan kolaborasi dengan masyarakat dan sektor swasta untuk memperkuat kesadaran pengelolaan sampah dan limbah secara terpadu.
Sekda Sukabumi, H. Ade Suryaman, dalam arahannya memberikan apresiasi kepada DLH yang dinilai konsisten mendorong peningkatan PAD tanpa mengesampingkan aspek keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.
Melalui rapat evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap upaya sinergis antar-OPD, terutama dari sektor lingkungan hidup, dapat menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.





