LSM Dampal Jurig dan Disdik Sukabumi Gelar Aksi Peduli Pendidikan di Kadudampit

Penyerahan bantuan perlengkapan sekolah untuk Rehan, siswa SDN Sungapan, dari LSM Dampal Jurig berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Dukungan ini diharapkan dapat memotivasi siswa agar terus melanjutkan pendidikannya. (Foto: Irvan Azis).

Sukabumi | Matanusa.net – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia sekaligus menyambut Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-155, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dampal Jurig Peduli Lingkungan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi menggelar bakti sosial di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (16/8/2025).

Kegiatan tersebut diwujudkan dengan penyaluran bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu dan berkebutuhan khusus di SDN Sungapan, Desa Kadudampit. Bantuan yang diberikan cukup beragam, mulai dari sepatu, tas, buku, seragam sekolah, baju muslim, pakaian ganti, hingga perlengkapan pribadi seperti handuk, sarung, dan selimut.

Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya, ketika pihaknya bersama para wali murid dan komite sekolah menggalang bantuan sembako dan pakaian untuk keluarga salah satu siswa. Menurutnya, perhatian lebih perlu diberikan karena kondisi keluarga siswa tersebut memprihatinkan.

Siswa yang mendapat bantuan adalah Rehan, murid kelas 6 SDN Sungapan asal Kampung Cipokel, Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit. Rehan merupakan anak berkebutuhan khusus yang aktivitas sekolahnya tidak sama seperti teman-teman sebaya. Selain faktor ekonomi, kondisi keluarga turut memengaruhi. Ibunya, Santi (39 tahun), mengalami gangguan penglihatan, sementara sang ayah bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu.

“LSM Dampal Jurig bersama perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi saat menyambangi rumah siswa SDN Sungapan di Kadudampit untuk menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah. Kehadiran ini menjadi bentuk kepedulian terhadap siswa kurang mampu dan berkebutuhan khusus agar tetap bersemangat belajar.”

“Kadang Rehan tidak masuk sekolah karena harus membantu ibunya mengurus pekerjaan rumah. Kondisi rumahnya pun masih sederhana, dapurnya menggunakan tungku kayu bakar yang rawan bahaya,” ungkap Irvan.

Lebih lanjut, Irvan yang juga Ketua Komite SDN Sungapan menuturkan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dewan Pendidikan serta jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Respon positif pun diberikan melalui program Disdik Peduli, dengan dukungan bantuan perlengkapan sekolah yang sangat dibutuhkan Rehan agar bisa kembali bersemangat bersekolah.

Irvan menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan respons cepat yang diberikan. “Kami berterima kasih kepada Dewan Pendidikan, Sekretaris Disdik, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi yang telah merespons kebutuhan siswa ini. Harapannya, bantuan ini dapat memotivasi Rehan agar terus bersekolah hingga jenjang yang lebih tinggi, sejalan dengan program wajib belajar sembilan tahun,” pungkasnya.

Aksi sosial ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan berbagai pihak untuk semakin peduli terhadap dunia pendidikan, terutama bagi anak-anak kurang mampu dan berkebutuhan khusus di Kabupaten Sukabumi.

Pos terkait