Sukabumi | Matanusa.net — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi terus memperkuat fungsi Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai ujung tombak pencegahan stunting berbasis komunitas. Melalui Bidang Pengendalian Penduduk, Data, dan Informasi Kependudukan, DPPKB menggelar kegiatan Saresehan Evaluasi Tim Edukasi DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) secara roadshow lintas kecamatan.
Hari ini, saresehan digelar di Balesawala Kampung KB Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat. Sekitar 60 peserta hadir, terdiri dari kader Kampung KB, PKK, bidan desa, unsur kesehatan, penyuluh KB, serta perwakilan pemerintah desa dan kecamatan. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi sekaligus penguatan kapasitas Tim Edukasi DASHAT untuk mempercepat penurunan angka stunting di tingkat desa.
Delapan Pokok Bahasan Strategis
Dalam pemaparan dan diskusi, saresehan menyoroti delapan pokok bahasan penting untuk memperkuat peran tim edukasi, yaitu:
- Pemahaman konsep DASHAT sebagai pemenuhan gizi keluarga berbasis potensi lokal.
- Peran strategis tim edukasi sebagai motor penggerak perubahan perilaku masyarakat.
- Pendekatan edukatif yang efektif, seperti media visual, demo masak, dan kunjungan rumah.
- Kolaborasi lintas sektor dengan PKK, Puskesmas, posyandu, penyuluh KB, serta dukungan desa.
- Pemanfaatan data keluarga berisiko dari Puskesmas untuk pemetaan sasaran prioritas.
- Monitoring dan evaluasi kegiatan sebagai upaya keberlanjutan program.
- Penanaman nilai dan komitmen dalam pelayanan masyarakat, khususnya pada penurunan stunting.
- Pesan penutup: DASHAT sebagai gerakan perubahan pola pikir dan perilaku sehat dalam keluarga.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DPPKB Kabupaten Sukabumi dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan Kampung KB dalam menurunkan stunting bukan hanya soal program, tetapi juga komitmen semua unsur, terutama Tim Edukasi DASHAT yang bersentuhan langsung dengan keluarga sasaran.
“DASHAT bukan hanya soal makanan bergizi, tetapi tentang membangun kesadaran kolektif akan pentingnya hidup sehat dalam keluarga. Tim edukasi harus jadi pelopor perubahan,” pungkasnya.
Melalui saresehan ini, DPPKB berharap Kampung KB di seluruh wilayah Sukabumi semakin tangguh sebagai pusat edukasi keluarga sehat, mandiri, dan bebas stunting.





