Matanusa, Sukabumi – Sebuah langkah inspiratif digagas oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dampal Jurig dalam misi menyelamatkan lingkungan di Kabupaten Sukabumi. Bersama Yayasan Darul Fatah Mandiri dan Forkopimcam Gegerbitung, gerakan ini diwujudkan melalui penanaman 1.000 pohon di kawasan rawan longsor Desa Suradita, Kecamatan Gegerbitung, pada Selasa (21/1).
Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, secara simbolis menyerahkan berbagai bibit pohon kepada Camat Gegerbitung yang didampingi petugas P2BK BPBD. Bibit pohon ini nantinya akan ditanam di daerah rawan longsor dan bantaran kanan-kiri Hulu Sungai Cimandiri. “Gerakan ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi langkah konkret untuk memulihkan ekosistem yang rusak dan mencegah bencana di masa depan,” ujar Irvan.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Penanaman ini menjadi langkah awal untuk mitigasi bencana alam yang marak terjadi di Sukabumi, seperti banjir bandang dan pergeseran tanah yang telah merenggut banyak korban. Irvan menambahkan, kerusakan alam menjadi pemicu utama bencana tersebut. Oleh karena itu, gerakan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang.
Sebagai bentuk simbolisasi, penanaman pohon dilakukan di Hulu Sungai Cimandiri, Kampung Puncak Manis, Desa Sukamanah, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Selain itu, LSM Dampal Jurig mengirimkan 1.500 bibit pohon yang terdiri dari pohon buah-buahan dan konservasi untuk tujuh desa di Kecamatan Gegerbitung.
Apresiasi dan Harapan
Camat Gegerbitung, Asep, menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif ini. “Kami siap mendukung program ini dengan melibatkan pelajar, komunitas, dan masyarakat dalam proses penanaman secara berkelanjutan,” katanya.
Ketua Yayasan Darul Fatah Mandiri, Mohammad Ujang Iyal, juga mengapresiasi langkah ini. “Kerjasama ini menjadi awal yang baik untuk menyelamatkan lingkungan. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi demi kelestarian alam,” ujarnya.
Gerakan Berkelanjutan
Irvan menegaskan, ini bukan kali pertama LSM Dampal Jurig melakukan gerakan penghijauan. Sebelumnya, ribuan bibit pohon telah disalurkan ke berbagai wilayah rawan bencana di Kabupaten Sukabumi. “Kami ingin gerakan ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk peduli terhadap lingkungan,” tutupnya.
Gerakan ini tidak hanya menanam harapan bagi lingkungan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa aksi nyata dari masyarakat adalah kunci dalam menjaga bumi tetap hijau.





