Aher Minta Usut Tumpahan NaOH di Bandung Barat, 100 Orang Jadi Korban

Foto: Ahmad Heryawan (Aher).

Matanusa, Bandung – Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat II, Ahmad Heryawan, menyampaikan duka mendalam atas insiden tumpahan cairan kimia caustic soda liquid (NaOH) di Jalan Raya Purwakarta-Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Aher meminta agar korban insiden tersebut segera mendapatkan pelayanan maksimal dari pihak terkait, khususnya rumah sakit.

“Yang pertama, tentu berbelasungkawa dulu kepada para korban yang cukup banyak, baik yang luka ringan maupun yang luka berat. Kedua, pihak terkait mudah-mudahan bisa melakukan penanganan ke korban, khususnya pihak rumah sakit, bisa dilayani dengan sebaik-baiknya,” ujar Aher kepada wartawan, Rabu (25/12/2024).

Aher, yang juga merupakan Plh Presiden PKS, meminta pihak kepolisian segera mengusut penyebab kebocoran tangki berisi zat kimia berbahaya tersebut. Ia menduga adanya unsur kelalaian dalam insiden ini.

“Kepada aparat kepolisian untuk mengejar pengemudi truk, mudah-mudahan sudah ditangani polisi. Untuk diusut ya kecerobohannya, kenapa ini, kan seharusnya membawa zat kimia berbahaya ada pengamanan yang sangat kuat, diperiksa jangan sampai ada kebocoran,” tegasnya.

Selain itu, Aher mendesak pihak perusahaan pemilik truk bertanggung jawab dengan memberikan kompensasi kepada para korban.

“Juga untuk ada kompensasi untuk ada jaminan, santunan, dari perusahaan,” tambah Aher.

Lebih dari 100 Korban Terdampak
Insiden tumpahan cairan kimia NaOH ini terjadi pada Selasa (24/12/2024). Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto mengungkapkan bahwa lebih dari 100 orang menjadi korban, dengan empat di antaranya mengalami luka berat berupa luka bakar dan harus dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan intensif.

“Korban terdampak dari bocornya cairan B3 yang terdata sampai saat ini lebih dari 100 orang. Mayoritas luka ringan, kemudian luka berat ada 4 orang berupa luka bakar dan dalam penanganan rumah sakit,” ujar Tri saat ditemui di lokasi kejadian.

Para korban umumnya mengeluhkan gejala seperti mata perih, kulit gatal, dan panas akibat paparan cairan kimia tersebut. Hingga kini, proses penanganan insiden masih terus berlangsung, termasuk evakuasi dan pembersihan area terdampak.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengamanan ketat dalam transportasi bahan kimia berbahaya demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

kontributor: Citra Lestari