Sukabumi | Matanusa.net – Berbagai kebutuhan masyarakat menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiadi, saat menggelar Reses III Tahun Sidang 2026 di Majelis Pendidikan Syarikat Islam MI BPPI Citiis, Kampung Citiis RT 01/RW 03, Desa Bojong Asih, Kecamatan Parakansalak, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan tersebut dimanfaatkan Teddy untuk berdialog langsung dengan masyarakat sekaligus menghimpun aspirasi yang berkaitan dengan pembangunan wilayah, kebutuhan infrastruktur, serta peningkatan sarana pendidikan.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) II, Teddy menegaskan bahwa reses menjadi bagian penting dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah.
Salah satu aspirasi yang disampaikan warga yakni kebutuhan pembangunan sumur bor di Kampung Citiis. Masyarakat juga berharap berbagai usulan pembangunan lainnya di Desa Bojong Asih dapat memperoleh perhatian dan ditindaklanjuti sesuai skala prioritas.
Dalam kesempatan tersebut, Teddy mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang telah menyampaikan kebutuhan secara langsung. Menurutnya, aspirasi yang masuk perlu dikawal bersama agar memiliki peluang untuk diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah.
Ia juga mengingatkan bahwa pengajuan bantuan maupun pembangunan fasilitas umum harus disertai persyaratan administrasi yang lengkap.
“Setiap usulan harus dipersiapkan dengan baik, termasuk proposal yang menjelaskan kebutuhan dan tujuan pengajuannya. Koordinasi dengan RT, RW, dan pemerintah desa juga penting agar usulan bisa diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Teddy menjelaskan, usulan masyarakat perlu mengikuti tahapan administrasi, termasuk penginputan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Selanjutnya, setiap usulan akan dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan, kewenangan, skala prioritas, serta kemampuan anggaran daerah.
Selain infrastruktur, perhatian juga diarahkan pada kebutuhan lembaga pendidikan keagamaan di wilayah tersebut. Teddy mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan pihak yayasan dan kepala sekolah mengenai kebutuhan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), serta madrasah tsanawiyah.
Menurutnya, koordinasi antara pengelola lembaga pendidikan, pemerintah desa, dan pihak terkait perlu terus diperkuat agar kebutuhan sarana pendidikan dapat diidentifikasi dan diajukan melalui jalur yang tepat.
Teddy menegaskan, reses tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial. Aspirasi yang telah dihimpun harus ditindaklanjuti melalui proses administrasi, perencanaan, dan penganggaran sesuai ketentuan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut mengawal setiap usulan yang telah disampaikan, sehingga komunikasi antara warga dan wakil rakyat tetap terjaga.
“Perjuangan aspirasi ini membutuhkan kerja sama semua pihak. Masyarakat perlu aktif menyiapkan usulan dan melengkapi persyaratannya, sementara kami akan berupaya mengawal agar kebutuhan tersebut dapat diperjuangkan sesuai mekanisme yang ada,” pungkasnya.
Melalui Reses III ini, diharapkan berbagai kebutuhan masyarakat Desa Bojong Asih, khususnya Kampung Citiis, dapat terdata dengan baik dan menjadi bahan pertimbangan dalam mendorong pembangunan yang lebih merata di Kabupaten Sukabumi.





