KOBER Kinanti Konsisten Pilah Sampah, 15 Kilogram Anorganik Tak Berakhir di TPA

Warga ikut memilah dan mengumpulkan sampah anorganik untuk mengurangi sampah ke TPA. (Foto: Istimewa).

Sukabumi | Matanusa.net – Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini terus dilakukan KOBER Kinanti bersama Perpustakaan Kelurahan Cisarua. Melalui gerakan pemilahan sampah mandiri atau swa-pilah, sampah anorganik dari lingkungan sekolah dikumpulkan dan dikelola agar tidak langsung berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), pada Senin (5/10/2026).

Bank Sampah Swa-Pilah Sekolah KOBER Kinanti berhasil mengumpulkan sekitar 15 kilogram sampah anorganik hasil pemilahan yang dilakukan para anggota serta orang tua dan wali murid selama sepekan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran praktis bagi anak-anak sekaligus upaya nyata mengurangi timbulan sampah yang masuk ke TPA Cikundul.

“Kontribusi 15 kilogram pengurangan sampah ini tidak lagi berakhir di TPA Cikundul,” ungkap Kepala KOBER Kinanti, Lina Herlina, S.Pd., saat memberikan keterangan kepada awak media.

Menurutnya, program bank sampah swa-pilah di KOBER Kinanti telah berjalan sejak 2019. Program tersebut berawal dari gagasan kepala sekolah bersama para pendidik dan kemudian mendapat dukungan aktif dari orang tua serta wali murid.

Selain mengajarkan kebiasaan memilah sampah, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun karakter anak agar memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak dini.

Keberlangsungan program tersebut turut mendapat pendampingan dari Perpustakaan Kelurahan Cisarua. Lembaga tersebut berperan dalam pembinaan sekaligus mendorong penerapan gerakan swa-pilah sampah di lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Upaya ini perlu kami dukung terus sebagai media pembelajaran praktik baik di sekolah sejak usia dini,” terang salah satu pengelola Perpustakaan Kelurahan Cisarua.

Konsistensi yang terbangun selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa edukasi lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar. Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dari sumbernya, apabila dilakukan secara rutin dan melibatkan keluarga, dapat memberikan dampak nyata terhadap pengurangan sampah.

KOBER Kinanti bersama Perpustakaan Kelurahan Cisarua pun terus mendorong agar gerakan tersebut menjadi kebiasaan sehari-hari, sehingga kepedulian terhadap lingkungan tumbuh sejak anak-anak dan berlanjut hingga mereka dewasa.

Gerakan swa-pilah menjadi salah satu contoh bahwa pendidikan karakter, keterlibatan orang tua, dan pendampingan masyarakat dapat berjalan beriringan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya.