Sukabumi | Matanusa.net – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukabumi menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk ikut menyumbangkan pemikiran melalui Kompetisi Esai dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156.
Kegiatan ini menjadi perhatian Plt. Kepala Bapperida Kabupaten Sukabumi, H. Haerul Imam, S.E., M.M., sebagai bagian dari upaya mendorong pelajar agar lebih aktif menyampaikan ide dan gagasan terkait pembangunan daerah.
Kompetisi tersebut diperuntukkan bagi pelajar SLTA sederajat, SMA/SMK/MA. Peserta ditantang menghasilkan ide atau gagasan orisinal dalam bentuk esai yang memiliki ruang lingkup pembahasan mengenai pembangunan Kabupaten Sukabumi.
Melalui kegiatan tersebut, Bapperida Kabupaten Sukabumi tidak hanya menghadirkan perlombaan, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelajar untuk melihat persoalan di lingkungan sekitar sekaligus menawarkan gagasan kreatif yang dapat menjadi masukan bagi pembangunan daerah.
Plt. Kepala Bapperida Kabupaten Sukabumi, H. Haerul Imam, S.E., M.M., menegaskan pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda untuk berpartisipasi dalam pembangunan melalui pemikiran dan inovasi.
Kompetisi esai dilaksanakan pada 10–11 September 2026 dengan lokasi pendaftaran di Stand Bapperida, Stand Nomor 43. Peserta akan melakukan spin wheel untuk menentukan tema, kemudian melakukan pendaftaran dan memperoleh kartu tanda peserta sebelum mulai menyusun esai.
Batas pengumpulan esai ditetapkan hingga Sabtu, 12 September 2026 pukul 23.59 WIB, sedangkan pengumuman pemenang dijadwalkan pada Minggu, 13 September 2026 saat penutupan HJKS.
Selain menjadi wadah kreativitas, kompetisi ini juga menyediakan uang pembinaan dan sertifikat bagi peserta sesuai ketentuan penyelenggara.
Bapperida Kabupaten Sukabumi berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan gagasan-gagasan segar dari kalangan pelajar sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap arah pembangunan Kabupaten Sukabumi.
Dengan keterlibatan pelajar, Bapperida Kabupaten Sukabumi ingin membangun tradisi bahwa pembangunan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan gagasan dan partisipasi generasi muda.





