Literasi Pangan Kunci Ketahanan Keluarga, Kadis DKP Sukabumi Ajak Masyarakat Terapkan Pola Konsumsi Sehat

Foto: Dkp Kabupaten Sukabumi.

Sukabumi | Matanusa.net – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya literasi pangan sebagai fondasi dalam mewujudkan keluarga sehat, mandiri, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan pangan.

Melalui kampanye edukasi yang disebarluaskan kepada masyarakat, DKP Kabupaten Sukabumi mengajak warga untuk lebih memahami cara memilih, mengelola, mengolah, hingga mengonsumsi pangan yang bergizi, aman, beragam, hemat, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, Sp.B., MARS, mengatakan bahwa literasi pangan merupakan salah satu kunci utama dalam membangun ketahanan pangan keluarga.

Menurutnya, pengetahuan yang baik tentang pangan akan berdampak langsung terhadap kesehatan, kesejahteraan, serta kualitas hidup masyarakat.

“Literasi pangan bukan hanya tentang mengetahui jenis makanan yang sehat, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan sumber pangan lokal, mengurangi pemborosan, dan menjaga keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam materi edukasi tersebut dijelaskan bahwa rendahnya literasi pangan dapat menimbulkan berbagai persoalan, seperti stunting, anemia, pemborosan pangan (food waste), pola makan tidak sehat, hingga kerawanan pangan keluarga akibat ketidaksiapan menghadapi berbagai kondisi seperti kenaikan harga maupun gangguan pasokan pangan.

Sebagai upaya meningkatkan literasi pangan, DKP Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat menerapkan empat pengetahuan penting dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, melakukan diversifikasi pangan dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Kedua, memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber pangan yang sehat sekaligus mendukung perekonomian daerah.

Selanjutnya, masyarakat juga didorong untuk menghentikan kebiasaan memboroskan makanan dengan merencanakan kebutuhan konsumsi secara bijak dan memanfaatkan sisa pangan yang masih layak. Selain itu, aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian penting melalui pemilihan bahan makanan yang baik, menjaga kebersihan peralatan, serta penyimpanan pangan yang sesuai.

dr. Gatot menegaskan bahwa peningkatan literasi pangan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga turut mendukung terwujudnya ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan.

“Ketahanan pangan dimulai dari keluarga. Ketika setiap keluarga memiliki pemahaman yang baik tentang pangan, maka akan tercipta masyarakat yang sehat, produktif, dan mampu mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya.

Melalui edukasi yang berkelanjutan, DKP Kabupaten Sukabumi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi pangan semakin meningkat sehingga mampu menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di masa mendatang.

Pos terkait