Sukabumi | Matanusa.net โ Dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di Bale Tikukur, Desa Sukajaya, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Event Pengukuhan Desa Wisata Karangtaruna dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Berbagai komoditas pangan disediakan dalam kegiatan tersebut, di antaranya beras SPHP Rp60 ribu per 5 kilogram, beras medium Rp65 ribu per 5 kilogram, minyak premium Rp18 ribu per liter, gula pasir Rp16 ribu per kilogram, tepung terigu Rp9 ribu per kilogram, telur ayam Rp24 ribu per kilogram, hingga aneka sayuran dan buah segar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, Sp.B., MARS, mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga ketersediaan bahan pangan pokok di masyarakat.
โMelalui Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih ringan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk komitmen DKP Kabupaten Sukabumi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,โ ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi bersama berbagai pihak seperti Badan Pangan Nasional, Bulog, Bank Indonesia, serta unsur pemerintah daerah menjadi kekuatan penting dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi,โ pungkasnya.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut juga mengimbau masyarakat untuk membawa kantong belanja sendiri atau goodie bag sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga ketahanan pangan daerah.





