Sukabumi | Matanusa.net – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata terus mendorong pengembangan kawasan Museum Palagan Bojongkokosan di Kecamatan Parungkuda agar tidak hanya berfungsi sebagai museum sejarah, tetapi juga menjadi pusat kebudayaan serta destinasi wisata edukatif unggulan di wilayah utara Sukabumi.
Langkah revitalisasi tersebut kini tengah dipersiapkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata berbasis sejarah dan budaya lokal. Kawasan Palagan Bojongkokosan dinilai memiliki nilai historis tinggi sekaligus potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang aktivitas budaya dan pusat informasi wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan bahwa keberadaan Museum Palagan Bojongkokosan memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan wisata sejarah di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, kawasan tersebut tidak hanya menyimpan jejak perjuangan bangsa, tetapi juga dapat menjadi pusat promosi budaya daerah.
“Pengembangan kawasan ini diarahkan agar masyarakat tidak hanya mengenal sejarah perjuangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman wisata budaya yang lebih menarik dan edukatif,” ujarnya.
Dispar Kabupaten Sukabumi pun menyiapkan sejumlah konsep pengembangan, mulai dari penataan kawasan, penguatan aktivitas seni budaya, hingga penyediaan pusat informasi wisata atau Tourism Information Center (TIC). Nantinya, kawasan tersebut diharapkan menjadi gerbang informasi wisata bagi pengunjung dari berbagai daerah, termasuk wisatawan luar Sukabumi.
Selain itu, Dispar juga mendorong digitalisasi konten sejarah agar informasi mengenai Palagan Bojongkokosan dapat lebih mudah diakses generasi muda melalui media interaktif dan teknologi digital.
Ali Iskandar menegaskan, revitalisasi kawasan tetap akan mempertahankan identitas utama Museum Palagan Bojongkokosan sebagai situs sejarah perjuangan bangsa. Penataan yang dilakukan lebih difokuskan pada pengembangan area pendukung agar memiliki daya tarik wisata yang lebih kuat tanpa menghilangkan nilai historisnya.
Menurutnya, pengembangan wisata sejarah harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, sektor usaha lokal seperti kuliner, transportasi, hingga UMKM diyakini akan ikut tumbuh.
“Ketika destinasi berkembang, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar melalui peningkatan aktivitas ekonomi,” katanya.
Saat ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi bersama sejumlah pihak terkait masih menyusun perencanaan pengembangan, termasuk master plan dan penataan kawasan pendukung. Revitalisasi tersebut juga menjadi bagian dari penguatan koridor wisata utara Sukabumi yang mencakup wilayah Cicurug, Cidahu, Parungkuda hingga Sukalarang,” pungkasnya.
Dispar Kabupaten Sukabumi berharap keberadaan kawasan Palagan Bojongkokosan ke depan mampu menjadi ikon wisata sejarah dan budaya yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.





