Sukabumi | Matanusa.net – Bupati Sukabumi H. Asep Japar meresmikan Instalasi Reaktor Biogas dan Rumah Pengering Bertenaga Surya (Solar Dryer House) di Kecamatan Simpenan, tepatnya di SPPG MBG Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (12/2/2026).
Peresmian tersebut menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mendorong kemandirian energi serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Asep Japar menegaskan bahwa kehadiran instalasi ini merupakan tonggak penting menuju sistem pengelolaan limbah yang lebih produktif dan ramah lingkungan.
“Pemanfaatan sampah MBG menjadi biogas adalah langkah strategis yang tidak hanya mengurangi beban lingkungan akibat limbah, tetapi juga menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi tersebut mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni persoalan limbah organik dan kebutuhan energi alternatif masyarakat. Selain itu, keberadaan Rumah Pengering Bertenaga Surya diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan UMKM.
“Teknologi ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta menekan biaya produksi, khususnya bagi masyarakat kecil dan pelaku UMKM,” ungkapnya.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemkab Sukabumi untuk terus mendorong inovasi, kolaborasi, serta investasi di sektor energi terbarukan dan pengelolaan sampah terpadu. Ia berharap model pengolahan limbah menjadi energi ini dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Kabupaten Sukabumi.
“Ke depan, kami berharap inovasi seperti ini dapat direplikasi di wilayah lain, sehingga dampaknya semakin luas dan berkelanjutan,” harapnya.
Sementara itu, Executive Director Yayasan Rumah Energi, Sumanda Tondang, menjelaskan bahwa Instalasi Reaktor Biogas dan Solar Dryer House menjadi solusi terintegrasi dalam mengolah limbah organik dari dapur MBG agar lebih bermanfaat.
“Ini merupakan komitmen nyata kita bersama dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau, lestari, dan mandiri,” jelasnya.
Secara teknis, reaktor biogas bekerja dengan menghasilkan gas metana dari limbah organik melalui proses fermentasi anaerobik. Gas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif untuk kebutuhan sehari-hari. Adapun Solar Dryer House memanfaatkan efek rumah kaca berbahan polikarbonat untuk mengeringkan hasil pertanian secara lebih higienis dan cepat, sehingga mampu meningkatkan kualitas serta nilai jual produk.
Dengan hadirnya fasilitas ini, Kabupaten Sukabumi semakin memperkuat langkahnya menuju pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan,” pungkasnya.





