DP3A Kabupaten Sukabumi Maknai Isra Mi’raj sebagai Penguatan Nilai Kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial

Foto: Advertorial.

Sukabumi | Matanusa.net — Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M 16 Januari 2026 dimaknai sebagai momentum penting untuk memperkuat nilai kepedulian, tanggung jawab, dan perlindungan terhadap perempuan serta anak di Kabupaten Sukabumi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, S.K.M., M.Si, menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj mengandung pesan moral dan spiritual yang sangat relevan dengan tugas dan fungsi DP3A, khususnya dalam membangun kepekaan sosial, empati, dan komitmen perlindungan terhadap kelompok rentan.

Menurut Agus Sanusi, perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan pentingnya akhlak mulia, keadilan, serta kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Makna Isra Mi’raj harus menjadi penguat bagi kita semua untuk lebih peduli, lebih peka, dan lebih bertanggung jawab dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak,” ujar Agus Sanusi.

Ia menambahkan, DP3A Kabupaten Sukabumi terus berkomitmen menghadirkan program dan kebijakan yang berorientasi pada pencegahan kekerasan, peningkatan kualitas hidup perempuan, serta pemenuhan hak anak. Nilai spiritual yang terkandung dalam Isra Mi’raj diharapkan mampu memperkuat integritas dan keikhlasan seluruh jajaran dalam menjalankan tugas tersebut.

Agus Sanusi juga mengajak seluruh aparatur DP3A untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai sarana refleksi diri, memperbaiki niat, dan meningkatkan kualitas pelayanan yang humanis, inklusif, serta berkeadilan.

“Pelayanan yang menyentuh perempuan dan anak tidak cukup hanya dengan regulasi, tetapi juga membutuhkan hati nurani, empati, dan keteladanan,” tambahnya.

Ia berharap, semangat Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M dapat menjadi energi positif bagi DP3A Kabupaten Sukabumi dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan layak bagi perempuan dan anak, sejalan dengan nilai-nilai keagamaan dan pembangunan sosial yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Pos terkait