Dua Pelajar SMA Islam Rahmatullah Alami Kecelakaan di Bojongkokosan, Satu Meninggal Dunia

Kecelakaan lalu lintas di Bojongkokosan, Sukabumi, merenggut nyawa pelajar SMA Islam Rahmatullah, Ridwan, dan menyebabkan luka serius pada temannya, Niko. (Foto: Seketsa/Ali).

Sukabumi | Matanusa.net – Kecelakaan lalu lintas kembali menelan korban jiwa di Jalur Nasional Bogor–Sukabumi. Tragedi memilukan itu terjadi di Kampung Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Seorang pelajar SMA tewas seketika, sementara temannya mengalami luka serius akibat benturan keras dalam insiden tersebut.

Peristiwa terjadi ketika dua pelajar kelas X SMA Islam Rahmatullah, Ridwan dan Niko, pulang dari sekolah menggunakan sepeda motor. Jalur Bojongkokosan yang dikenal padat dan rawan kecelakaan sore itu tengah dipenuhi kendaraan dari dua arah, ditambah cuaca mendung yang membatasi jarak pandang.

Menurut keterangan warga sekitar, motor yang dikendarai Niko diduga kehilangan keseimbangan sesaat sebelum menghantam kendaraan lain dari arah berlawanan. Benturan keras membuat Ridwan terpental dan mengalami luka fatal di bagian kepala.

“Suara tabrakannya keras sekali, kami langsung berhamburan keluar. Korban sudah tergeletak, dan satu lagi kondisinya lemah,” ujar salah satu warga yang pertama memberi pertolongan.

Ridwan, yang dibonceng di belakang, disebut tidak menggunakan helm. Sementara Niko mengalami luka cukup serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh warga dibantu pengendara lain.

Reaksi Pihak Sekolah: Kepala Sekolah Datang ke Lokasi

Kepala SMA Islam Rahmatullah, Iyus, mengisahkan bagaimana informasi itu ia terima melalui telepon dari warga sekitar lokasi kejadian. Tanpa menunda waktu, ia bergegas menuju tempat peristiwa terjadi.

“Awalnya saya ditelepon warga yang bilang ada dua siswa kami kecelakaan. Saya langsung ke lokasi. Tapi sampai sana, mereka sudah dibawa ke rumah sakit,” terang Iyus dengan nada getir.

Ia membenarkan bahwa Ridwan dan Niko dikenal sebagai sahabat dekat, hampir setiap hari pulang dan pergi sekolah bersama. Iyus mengaku sering menegur dan mengingatkan siswa agar selalu memakai helm, serta melarang siswa yang rumahnya dekat untuk membawa motor.

“Keselamatan itu sudah sering saya tekankan. Saya selalu mengingatkan soal helm, soal aturan sekolah, karena jalur ini sangat berbahaya. Tapi namanya musibah… tidak ada yang menginginkan,” ujarnya sambil menahan haru.

Pemakaman Digelar Cepat, Suasana Penuh Isak Tangis

Jenazah Ridwan langsung dipulangkan ke rumah duka di Kampung Cikukulu. Suasana haru menyelimuti keluarga, guru, dan teman-teman sekolah yang datang melayat. Banyak siswa tidak mampu menahan tangis saat melihat kepergian teman mereka yang dikenal ramah dan mudah bergaul itu.

Pemakaman dilakukan pada malam hari di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Mati Cikukulu Pondokkaso Landeuh. Prosesi berjalan dengan penuh kesedihan, diiringi doa dan isak tangis keluarga serta kerabat.

“Kami sangat kehilangan Ridwan. Dia anak baik, pendiam, tapi sopan. Semoga keluarga diberi kekuatan menghadapi cobaan ini,” tutur Iyus setelah mengikuti prosesi pemakaman.

Jalur Bojongkokosan Kembali Dapat Sorotan

Warga kembali menyoroti kondisi Jalan Raya Nasional Bogor–Sukabumi, terutama ruas Bojongkokosan yang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan. Lalu lintas padat, kendaraan berat yang lalu-lalang, dan minimnya disiplin pengendara membuat lokasi ini sering memakan korban, termasuk pelajar.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama para orang tua dan sekolah yang memiliki siswa aktif berkendara di jalur nasional.

Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait penyebab pasti kecelakaan.

Reporter: Ali