Sukabumi | Matanusa.net — Di tengah semangat nasionalisme memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, sebuah gerakan hijau penuh makna menggema dari kaki Gunung Gede Pangrango, Sukabumi. Lembaga Swadaya Masyarakat Dampal Jurig (Dampit Peduli Lingkungan Jurang Rimba Gunung) menggandeng para pemuda, santri, pelajar, mahasiswa, dan komunitas tani untuk menyalurkan semangat sumpah pemuda melalui aksi nyata: menanam pohon dan membersihkan lingkungan alam Sukabumi.
Kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap Gerakan KDM Gubernur Jawa Barat “Hejokeun Leuweung” — sebuah inisiatif kolaboratif yang mendorong masyarakat untuk mengembalikan kelestarian hutan dan memperkuat ketahanan ekosistem di Jawa Barat.
Aksi Nyata, Bukan Sekadar Seremonial
Sejak pagi, ratusan peserta dari berbagai kecamatan di Sukabumi berkumpul di kawasan Situ Gunung, membawa cangkul, bibit pohon, dan semangat kebersamaan.
Mereka menanam 97 pohon di 97 lokasi pelosok Sukabumi, sebagai simbol peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97. Jenis pohon yang ditanam beragam, mulai dari pohon konservasi seperti puspa dan damar, hingga pohon produktif seperti alpukat, durian, dan mangga.
Selain penanaman pohon, peserta juga melakukan aksi bersih-bersih sampah di sekitar kawasan wisata dan sumber mata air, serta memberikan edukasi lingkungan kepada pengunjung dan warga sekitar.
Cinta Tanah Air Lewat Cinta Lingkungan
Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya simbol peringatan, melainkan juga bentuk sumpah baru generasi muda untuk menjaga alam Indonesia.
“Sumpah Pemuda bukan hanya tentang satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air. Hari ini, kami menegaskannya sebagai satu tekad untuk menjaga bumi dan hutan Indonesia. Karena mencintai alam berarti mencintai tanah air,” ujar Irvan penuh semangat, pada Selasa (28/10/2025).
Irvan menambahkan, kegiatan serupa sudah dilakukan secara kontinyu dan berkelanjutan di berbagai wilayah Sukabumi. LSM Dampal Jurig berkomitmen melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam gerakan penghijauan, terutama di daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan kawasan sumber mata air.
Kolaborasi untuk Bumi yang Lebih Hijau
Aksi lingkungan ini turut melibatkan santri dari berbagai pesantren, pelajar, mahasiswa, media lokal, serta komunitas pemerhati lingkungan.
Suasana semakin hangat ketika para peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya di tengah hamparan hijau kaki Gunung Gede — simbol kebersamaan antara manusia dan alam.

LSM Dampal Jurig bersama KDM Jabar gelar Gerakan Hejokeun Leuweung, ajak pemuda dan santri tanam pohon di berbagai wilayah Sukabumi demi alam yang lestari dan hijau.
Para peserta mengaku bangga bisa berkontribusi dalam kegiatan ini. “Kami ingin menjadi generasi muda yang tidak hanya berteriak cinta tanah air, tapi juga membuktikannya lewat tindakan,” ujar salah satu peserta, Rizka, pelajar asal Kecamatan Cibadak.
Harapan untuk Masa Depan
Gerakan yang diinisiasi LSM Dampal Jurig ini diharapkan menjadi contoh inspiratif bagi generasi muda lainnya untuk peduli terhadap lingkungan sekitar.
Menurut Irvan, kegiatan seperti ini memiliki manfaat besar bagi kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi.
“Pohon-pohon yang kita tanam hari ini mungkin kecil, tapi kelak akan tumbuh menjadi peneduh, penyimpan air, dan penjaga bumi bagi anak cucu kita. Itulah warisan sejati dari semangat Sumpah Pemuda,” pungkas Irvan.
Melalui gerakan “Hejokeun Leuweung”, LSM Dampal Jurig membuktikan bahwa cinta tanah air tidak hanya diucapkan dalam kata, tapi diwujudkan lewat aksi nyata menjaga bumi pertiwi.





