Sukabumi | Matanusa.net — Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sukabumi yang ke-155, Lembaga Swadaya Masyarakat Dampit Peduli Lingkungan Jurang Rimba Gunung (LSM Dampal Jurig) menggelar aksi nyata peduli lingkungan. Kegiatan ini berupa pembagian 155 paket tempat sampah dan penanaman serta pembagian 15.500 bibit pohon produktif yang tersebar di 47 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi.
Aksi ini tidak sekadar simbolis. Tempat sampah yang dibagikan terdiri dari dua jenis, yaitu organik dan non-organik, yang seluruhnya dibuat dari limbah daur ulang seperti kaleng bekas dan ember galon cat. Sasaran distribusi mencakup sekolah, tempat ibadah, sarana umum, pasar, puskesmas, terminal, hingga pondok pesantren.
Tak hanya itu, kegiatan juga dilengkapi dengan program penanaman dan pembagian pohon secara gratis kepada masyarakat. Bibit yang disalurkan meliputi berbagai jenis pohon buah, tanaman keras, dan pohon konservasi yang ditanam di lokasi-lokasi strategis seperti kaki gunung, sumber mata air, lahan rawan longsor, hingga bantaran sungai.
Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen rutin lembaganya dalam mendukung pelestarian lingkungan, khususnya setiap peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.
“Kami ingin hari jadi Kabupaten Sukabumi tidak hanya dirayakan secara seremonial, tapi juga membawa dampak nyata bagi lingkungan. Semua dana kegiatan ini murni hasil iuran anggota, tanpa sponsor atau bantuan dari pihak luar,” tegas Irvan.
Untuk pengadaan bibit pohon, LSM Dampal Jurig bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti Balai Persemaian Modern Rumpin – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, KCD Kehutanan Wilayah V Jabar, Perum Perhutani Regional Jabar-Banten, serta TN Gunung Gede Pangrango Resort Situ Gunung.
Lebih lanjut, Irvan menjelaskan bahwa gerakan ini selaras dengan visi dan misi lembaga serta mendukung program “Leuweung Nepika Hejo” yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Bupati Sukabumi.
“Gerakan pelakan hulu pikeun nyalametkeun hilir,” menekankan pentingnya menjaga kawasan hulu demi keberlangsungan ekosistem di hilir,” pungkasnya.
Pemilihan angka 155 pun bukan tanpa alasan. Jumlah tempat sampah dan bibit pohon yang dibagikan disesuaikan dengan usia Kabupaten Sukabumi yang kini memasuki 155 tahun.
Kegiatan ini pun disambut positif oleh masyarakat dan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini, sekaligus menjadi inspirasi bagi wilayah lain.





